Warga Tuding Proyek P3TGAI Desa Kertasada Tak Tepat Sasaran dan Asal-asalan

SUMENEP, LensaMadura.com – Proyek irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) tahun anggaran 2024 yang berlokasi di Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi sorotan warga setempat.
Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai anggaran sekitar Rp198 juta tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai dengan perencanaan dan tujuan program.
Seorang warga Desa Kertasada yang meminta identitasnya dirahasiakan menilai kualitas pekerjaan irigasi tersebut tidak maksimal. Ia menyoroti kondisi bangunan yang dinilai berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Kalau dilihat di lapangan, bagian bawah bangunan irigasi itu tidak diplester. Kami khawatir bangunannya tidak kuat dan cepat rusak,” ujar warga tersebut kepada wartawan.
Selain kualitas pekerjaan, warga juga mempertanyakan lokasi pembangunan proyek. Irigasi tersebut diketahui berada di Dusun Kerkop, tepatnya di Jalan Bandara Trunojoyo RT 004 RW 003, Desa Kertasada, di sekitar kawasan pergudangan Bulog, yang dinilai bukan merupakan lahan pertanian aktif.
“Setahu kami, lokasi itu bukan sawah atau lahan pertanian yang membutuhkan irigasi. Jadi kami mempertanyakan, apa benar sudah sesuai dengan tujuan program P3TGAI,” katanya.
Warga juga menyoroti tidak adanya papan informasi atau prasasti proyek di lokasi pembangunan. Menurutnya, hal tersebut menyulitkan masyarakat untuk mengetahui detail kegiatan, termasuk sumber anggaran dan pelaksana proyek.
“Tidak ada papan proyek sama sekali. Kami jadi tidak tahu ini anggarannya dari mana dan siapa pelaksananya,” ujar warga itu.
Atas sejumlah temuan tersebut, warga berharap instansi terkait melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan proyek P3TGAI tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan spesifikasi teknis yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Desa Kertasada, Sabuwang, sempat memberikan tanggapan singkat saat dimintai konfirmasi terkait proyek irigasi P3TGAI tersebut. Namun, ia tidak memberikan penjelasan teknis mengenai pelaksanaan proyek.
“Kamu (konfirmasi) langsung ke Budi. Dia yang menjadi pelaksana sekaligus pihak yang mengelola proyek tersebut,” ujarnya. (*)



