Nasional

Said Abdullah Tegaskan Pentingnya Penguatan Basis Pemilih Muda

SURABAYA, LensaMadura.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menilai generasi muda merupakan fondasi penting bagi proses pembaruan partai.

Karena itu, menurut dia, diperlukan langkah-langkah inovatif untuk menjangkau pemilih usia muda yang semakin dominan dalam peta politik nasional.

“Ini modal elektoral besar, tetapi sekaligus alarm strategis bagi partai,” ujar Said di Surabaya, Selasa, 25 November 2025.

Ia mengutip sebuah penelitian yang menunjukkan citra PDI Perjuangan di Jawa Timur berada di angka 57,5 persen, lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional. Loyalitas pemilih banteng di provinsi ini juga termasuk yang tertinggi, mencapai 88,2 persen.

Namun, komposisi pemilih partai di Jatim masih didominasi Gen X dan Baby Boomers, yakni 54,3 persen. Adapun pemilih muda, generasi Z dan milenial, baru mencapai 35,7 persen. L

“Padahal masa depan politik berada di tangan pemilih muda. Regenerasi harus dipersiapkan dengan tepat,” kata Said.

Ia menyebut empat arah strategis yang akan menjadi pedoman konsolidasi partai. Pertama, mengembalikan politik pada kebutuhan ekonomi harian rakyat.

Agenda utama PDI Perjuangan Jatim, katanya, akan difokuskan pada isu stabilitas harga pangan, perlindungan pekerja informal, penguatan petani kecil, dan dukungan terhadap UMKM.

Kedua, strategi lintas generasi. PDI Perjuangan akan merawat loyalis sekaligus menarik pemilih muda dan pemilih rasional. Caranya melalui aktivitas turun ke masyarakat untuk basis senior, pendekatan berbasis data untuk pemilih rasional, serta ruang dialog kreatif dan pendidikan politik modern bagi generasi muda.

Ketiga, memaksimalkan unit media partai sebagai mesin narasi publik. Unit tersebut akan difungsikan sebagai pusat produksi konten digital untuk anak muda, sekaligus saluran untuk menyampaikan rekam jejak program kerakyatan seperti BPJS Kesehatan dan Dana Desa. Unit media itu juga akan memantau isu publik agar partai dapat merespons cepat dinamika di lapangan.

Keempat, memperkuat integritas dan konsistensi sebagai identitas politik. Said menegaskan disiplin kader, standar integritas di seluruh struktur, dan sinkronisasi kerja kader legislatif serta eksekutif menjadi kunci agar program kerakyatan berjalan konsisten.

“Rakyat ingin bukti, bukan klaim. PDI Perjuangan Jawa Timur akan memastikan seluruh kader bekerja dengan integritas dan keberpihakan yang jelas kepada rakyat,” ujarnya. (ant)

Related Articles

Back to top button