Nasional

POSSI Jatim Periode 2025–2029 Dilantik, KONI Targetkan Prestasi Berkelanjutan

SURABAYA, LensaMadura.com – Ketua Umum KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menghadiri pelantikan pengurus POSSI Jawa Timur masa bakti 2025–2029 di Surabaya, Sabtu, 14 Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Nabil berharap kepengurusan baru POSSI Jatim mampu menjaga konsistensi prestasi cabang olahraga selam, seperti yang telah ditorehkan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) sebelumnya.

“Kita punya harapan lagi, mudah-mudahan on the track prestasi mereka seperti yang di Papua kemarin dan di Jabar. Itu ada prestasi yang luar biasa dan tradisi juara umum itu sudah kita lakukan,” ujar Nabil.

Menurut dia, pembinaan olahraga selam di Jawa Timur telah memenuhi sejumlah indikator pembinaan berstandar tinggi, antara lain melalui intensitas penyelenggaraan kejuaraan serta keterlibatan atlet dalam berbagai kompetisi internasional.

“Pertama, sering mengadakan event. Itu yang paling penting. Yang kedua, mengikutsertakan atlet-atletnya untuk kegiatan-kegiatan di event internasional. Itu buat saya sesuatu yang luar biasa dan itu bagian dari tahapan jenjang untuk menuju prestasi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PB POSSI Makhruzi Rahman menyebut Jawa Timur selama ini dikenal sebagai lumbung atlet selam nasional.

“POSSI Jawa Timur punya jargon tradisi juara. Memang Jawa Timur ini gudangnya atlet selam. Dalam beberapa event internasional 2023–2024, Jawa Timur paling banyak mengirim atlet untuk finswimming dan rata-rata juara,” ujar Makhruzi.

Ia menambahkan, dominasi atlet Jawa Timur juga terlihat pada ajang internasional. Pada SEA Games 2023 di Kamboja, Indonesia meraih delapan medali emas dari cabang selam yang sebagian besar disumbangkan atlet Jawa Timur. Sementara pada kejuaraan dunia di Lignano, Italia, kontingen Indonesia membawa pulang lima medali emas.

“Rata-rata memang didominasi oleh para atlet Jawa Timur,” katanya.

Meski demikian, Makhruzi menilai peluang peningkatan prestasi masih terbuka. Ia menyoroti keterbatasan jumlah atlet yang dikirim Indonesia ke kejuaraan dunia di Italia, yakni hanya 26 atlet, dibandingkan negara pesaing yang mengirimkan 60 hingga 70 atlet.

“Jadi memang ada beberapa kelas yang tidak kita ikuti. Saya berharap kalau Jawa Timur nanti sudah mengoleksi juara di kelas-kelas tertentu, kita bisa ikut lebih banyak nomor,” ujarnya.

Selain peningkatan kualitas dan kuantitas atlet, PB POSSI juga menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana. Menurut Makhruzi, keberadaan kolam renang berstandar internasional menjadi syarat utama untuk menggelar kejuaraan dunia cabang selam.

“Kalau kolam itu ada standar-standar internasional. Mudah-mudahan Jawa Timur memiliki kolam standar internasional. Ke depan, jika ada kejuaraan dunia, akan kita arahkan ke Jawa Timur,” katanya. (*)

Related Articles

Back to top button