Berita

PETRONAS Serahkan Kompensasi Alat Tangkap Nelayan Terdampak Eksplorasi Sumur Barokah

SAMPANG, LensaMadura.com – PETRONAS melalui anak perusahaannya, PETRONAS North Ketapang Sdn. Bhd. (PNKSB), menyerahkan penggantian kompensasi kepada nelayan atas alat tangkap ikan berupa rumpon dan bubu yang terdampak kegiatan eksplorasi Sumur Barokah di Wilayah Kerja North Ketapang.

Penggantian kompensasi tersebut merupakan bagian dari komitmen PNKSB untuk memastikan seluruh kegiatan eksplorasi migas dilaksanakan secara bertanggung jawab. Dampak terhadap alat tangkap nelayan yang timbul dari rangkaian kegiatan eksplorasi, mulai dari site survey, soil boring, hingga pengeboran Sumur Barokah, telah melalui proses identifikasi dan verifikasi secara menyeluruh.

Proses tersebut dilakukan bersama para nelayan dan otoritas terkait, serta disepakati sebelum penetapan nilai kompensasi.

Prosesi serah terima kompensasi dilaksanakan di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Sampang, SKK Migas Jabanusa, tokoh masyarakat, serta nelayan setempat.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pendekatan kolaboratif dan transparan yang diterapkan PNKSB dalam setiap tahapan kegiatan operasinya.

PNKSB menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh kegiatan secara aman, andal, dan berkelanjutan dengan mengedepankan standar tertinggi perlindungan lingkungan serta tanggung jawab sosial, serta mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, perusahaan terus memperkuat koordinasi dengan SKK Migas, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat guna memastikan terciptanya sinergi berkelanjutan dan nilai bersama.

Kepala SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan mengatakan transparansi dalam penanganan dampak operasional merupakan bagian penting dari tata kelola yang baik di sektor hulu migas.

“Transparansi dalam penanganan dampak operasional merupakan bagian penting dari tata kelola yang baik di sektor hulu migas. Kami berharap komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjaga sehingga setiap kegiatan hulu migas dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” kata Anggono.

Selama lebih dari dua dekade, PETRONAS telah hadir sebagai mitra strategis dalam pengembangan energi nasional. Di Jawa Timur, PETRONAS mengoperasikan empat Wilayah Kerja, yakni Ketapang yang telah berproduksi sejak 2015, North Madura II, North Ketapang, dan Serpang.

Kehadiran jangka panjang tersebut mencerminkan komitmen PETRONAS dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi regional sekaligus menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui berbagai program PPM. (*)

Related Articles

Back to top button