Pemuda Pancasila Sumenep Bersihkan Monumen Tempat Gugurnya KH. Abdullah Sajjad

MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sumenep saat membersihkan area monumen tempat gugurnya KH Abdullah Sajjad di Lapangan Guluk-guluk, Sumenep, Sabtu, 30 April 2022)/Foto AY

SUMENEP, Lensa Madura – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sumenep melakukan pembersihan area monumen tempat gugurnya KH. Abdullah Sajjad di Lapangan Kecamatan Guluk-guluk, Sumenep yang memang terlihat kotor dipenuhi rumput liar dan kurang terawat, Sabtu, 30 April 2022.

Achmad Yunus, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sumenep menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai wujud penghormatan Pemuda Pancasila kepada KH. Abdullah Sajjad yang telah gugur berkorban demi bangsa dan negara dalam agresi militer Belanda ke II.

Baca Juga :  Upaya Pemerintah Dalam Memulihkan Ekonomi Terdampak Covid-19

“Selain itu sebagai umat Islam kita harus memanfaatkan waktu di penghujung bulan Ramadan dengan kegiatan-kegiatan positif dan bernilai ibadah,” katanya.

Achmad Yunus menambahkan, MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sumenep sedang concern mempersiapkan usulan gelar pahlawan nasional kepada KH. Abdullah Sajjad sejak 1,5 tahun yang lalu.

“Saat ini sedang mempersiapkan dokumen-dokumen pendukung usulan pemberian gelar pahlawan nasional tersebut dan berkomunikasi untuk mendapat izin keluarga KH. Abdullah Sajjad,” tambahnya.

Baca Juga :  RSUD Sumenep Miliki Tiga Dokter Spesialis Kandungan, Siap Layani Pasien 24 Jam

Ia berharap, semangat juang dan pengorbanan KH. Abdullah Sajjad harus tetap terpelihara dan berkobar khususnya di kalangan generasi muda di tengah tantangan disrupsi sosial mau pun bebasnya arus informasi.

Dijelaskan, KH. Abdullah Sajjad merupakan pengasuh Ponpes Annuqayah Guluk-guluk sekaligus Ketua Barisan Sabilillah yang berjuang bersama para santri dalam mempertahankan kemerdekaan RI pada agresi militer Belanda ke II.

Baca Juga :  Bertemu Mendag, LaNyalla Minta Evaluasi Barang Impor yang Distorsi Produksi Dalam Negeri

“Beliau ditangkap di kediamannya di area Ponpes Annuqayah dan dibawa ke lapangan Guluk-guluk untuk di eksekusi,” kata Yunus bercerita.

Kemudian, saat sedang bersujud menghadap kiblat, KH. Abdullah Sajjad kemudian dibunuh dengan ditembak oleh tentara Belanda.

“Tempat beliau gugur itulah kini dibangun monumen tersebut,” pungkasnya. (Rif)

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: