Berita

Pemkab Sumenep Tetapkan Enam Prioritas Pembangunan Daerah 2026

SUMENEP, LensaMadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menetapkan enam prioritas utama pembangunan daerah pada tahun 2026 dengan mengusung tema “Memantapkan Stabilisasi Kemandirian dan Daya Saing SDM, Ekonomi Daerah, serta Menguatkan Kesejahteraan Masyarakat yang Adil dan Merata”.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan arah pembangunan 2026 difokuskan pada program-program yang saling terintegrasi guna mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

“Salah satu fokus utama adalah menciptakan stabilisasi kemandirian masyarakat melalui penguatan daya beli dan peningkatan pendapatan,” ujar Arif di Sumenep, Senin, 19 Januari 2026.

Arif menjelaskan, upaya tersebut dilakukan dengan mendorong pengembangan sektor unggulan serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui pemberian bantuan sarana dan prasarana penunjang di berbagai sektor strategis, seperti pertanian, ketahanan pangan, perikanan, pariwisata, dan perdagangan.

Selain itu, Pemkab Sumenep juga akan memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui program padat karya. “Pemberdayaan masyarakat dengan pola padat karya juga menjadi bagian dari strategi peningkatan pendapatan,” katanya.

Prioritas berikutnya adalah pemantapan kompetensi tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan pasar. Pemerintah daerah akan menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi serta mendorong pengembangan kewirausahaan, khususnya bagi kalangan pemuda.

Pemerintah daerah juga menargetkan pemantapan sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan sejahtera melalui peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan yang merata, mudah diakses, terjangkau, dan berkualitas.

Di sektor pendidikan, program tersebut diwujudkan melalui peningkatan sarana dan prasarana, penguatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, serta pengembangan budaya literasi di seluruh jenjang pendidikan.

Sementara itu, di bidang kesehatan, pemerintah daerah akan meningkatkan pemerataan tenaga kesehatan, penyediaan dokter spesialis, khususnya di wilayah kepulauan, serta penguatan layanan promotif dan preventif.

“Kami juga akan mengoptimalkan layanan Universal Health Coverage (UHC) dan meningkatkan kualitas tata kelola layanan kesehatan,” ujar Arif.

Pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas dengan fokus pada pemerataan pembangunan daratan dan kepulauan yang berkualitas, tertata, dan berwawasan lingkungan. Program tersebut meliputi penguatan infrastruktur pendukung ekonomi dan layanan dasar, peningkatan konektivitas antarwilayah, pengelolaan persampahan dan limbah B3, serta penguatan mitigasi bencana.

Selain itu, Pemkab Sumenep juga memprioritaskan pemantapan stabilitas keamanan serta ketenteraman sosial dan politik melalui penguatan peran forum kerukunan umat beragama dan sinergi Forkopimda dengan organisasi perangkat daerah serta masyarakat.

Pemerintah daerah juga mencanangkan revitalisasi layanan Si-Lapor 112 sebagai sistem layanan darurat terpadu yang responsif untuk mendukung deteksi dini dan percepatan penanganan gangguan keamanan dan ketertiban.

“Kami berkomitmen meningkatkan kepercayaan publik terhadap kehadiran pemerintah daerah,” kata Arif.

Sebagai prioritas terakhir, Pemkab Sumenep akan terus meningkatkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas melalui peningkatan kualitas SDM aparatur, penguatan sistem pengendalian internal, manajemen risiko, serta optimalisasi pemanfaatan sistem informasi pemerintahan.

“Seluruh program tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkab Sumenep dalam mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Back to top button