Panen Jagung, Masyarakat Pulau Sapudi Sumenep Gelar Tradisi Jaru’an

Makan bersama usai acara selamatan Jaru'an untuk panen jagung/Foto: Masudi.

SUMENEP, Lensa Madura – Masyarakat Pulau Sapudi khususnya warga Dusun Sabungbung Desa Pancor, Kecamatan Gayam menggelar tasyakkuran untuk panen jagung di halaman Makam Keramat Agung Songko’ di desa setempat. Selasa, 18 Januari 2022.

Selamatan panen jagung itu dikenal dengan sebutan Jaru’an dalam bahasa Madura.

Tokoh masyarakat setempat sekaligus juru kunci dari Buju’ Makam Agung Songko’ K. Sanor menjelaskan, bahwa arti Jaru’an sebenarnya istilah dari bahasa lokal yang merujuk pada selamatan untuk mensyukuri hasil panen jagung.

Baca Juga :  LaNyalla Minta Jatim Permudah Ekspor Pisang

“Istilah ini sebenarnya sudah dari dulu ya, dari nenek moyang kita (Agung songko’) yang dikhususkan pada selamatan ini, panen jagung,” jelasnya.

K. Nala sapaan Akrab K. Sanor melanjutkan, Jaru’an tersebut dilaksanakan setiap tahun sekali ketika panen jagung tiba. Dan tradisi tersebut sudah turun temurun dari sejak agung Songko’ sampai sekarang.

“Saya sudah generasi berapa ini nak, kurang tau juga saya. Tugas saya hanya melestarikan dan melanjutkan,” terangnya kepada Lensa Madura.

Baca Juga :  Tingkatkan Antisipasi PMK Pada Hewan, TNI, Polres Dan DKPP Sumenep Periksa Angkutan Sapi

Di tempat yang sama, Armawi salah satu tokoh agama yang memimpin jalannya doa diminta keterangan terkait bacaan apa saja yang dibaca saat selamaten Jaru’an.

“Yang dibaca ya selawat, ngaji, dan tahlil, cong,” terangnya.

Armawi yang juga guru ngaji itu menambahkan, tujuan Jaru’an untuk mensyukuri nikmat Tuhan dan memohon keselamatan baik dunia maupun akhirat.

Baca Juga :  Kampanye Terbuka Akhmad Ma'ruf bersama Ulama Madura dan Ketum Golkar Airlangga Malam ini Siap Digelar

“Ada dua poin sebenarnya dalam pelaksanaan tradisi Jaru’an ini. Pertama, kita mensyukuri nikmat tuhan karena telah panen, kedua memohon keselamatan fiddunya wal akhiat”. pungkasnya.

Sekadar informasi, dalam praktek tradisi Jaru’an ini warga setempat diharuskan membawa hasil dari sebagian panen jagung yang sudah matang, kemudian direbus atau dibakar untuk dibawa ke makam Agung songko’. (udi)

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: