MV Seven Seas Navigator Bawa 449 Wisatawan Sandar di Tanjung Perak

SURABAYA, LensaMadura.com – Kapal pesiar internasional MV Seven Seas Navigator bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin, 20 April.

Kapal berbendera Bahama itu membawa 449 wisatawan mancanegara yang dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Surabaya dan beberapa daerah di Jawa Timur.

Kapal dengan bobot 28.550 Gross Tonnage (GT) dan panjang 170,69 meter itu menambah daftar kunjungan kapal pesiar internasional ke Pelabuhan Tanjung Perak yang menjadi salah satu pintu masuk wisata maritim di Indonesia.

Bappeda
RSUD
BPRS

Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan kunjungan kapal pesiar internasional menjadi indikator perkembangan industri wisata kapal pesiar di Indonesia.

“Pelindo terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas pelabuhan agar dapat mendukung kenyamanan wisatawan yang datang melalui Pelabuhan Tanjung Perak,” kata Purwanto dalam keterangannya.

Branch Manager Kalimas Sub Holding Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai aspek operasional untuk mendukung kelancaran proses sandar hingga keberangkatan kapal.

Menurut dia, persiapan dilakukan mulai dari fasilitas dermaga, pengaturan alur pelayaran, hingga koordinasi dengan instansi terkait di lingkungan pelabuhan.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelayanan kapal berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Selama berada di Surabaya, wisatawan dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi wisata dan kawasan bersejarah, di antaranya Kota Lama Surabaya, Balai Kota Surabaya, Hotel Majapahit, hingga sentra kuliner di Pasar Genteng.

Pelindo juga berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menghadirkan pertunjukan seni budaya di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN). Sejumlah tarian tradisional dan pertunjukan musik daerah ditampilkan sebagai bagian dari penyambutan wisatawan.

Pelindo menyebut peningkatan layanan dan koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan guna mendukung Pelabuhan Tanjung Perak sebagai salah satu gerbang wisata maritim Indonesia. (*)