SUMENEP, LensaMadura.com – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Semester 6 UPI PGRI Sumenep menggelar kegiatan dialog budaya dan workshop seni pertunjukan di Aula Ki Hajar Dewantara UPI Sumenep, Minggu, 3 Mei 2026.
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 mahasiswa PGSD kelas A, B, dan C dengan mengusung tema “Merawat Tradisi Lokal Melalui Pembelajaran Seni Budaya dan Workshop Seni Pertunjukan untuk SD”.
Melalui kegiatan itu, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai integrasi budaya lokal Madura ke dalam proses pembelajaran di sekolah dasar.
Ketua pelaksana kegiatan Shindy Aulia Afivatul Hasanah mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari luaran mata kuliah Pembelajaran Seni Budaya SD.
“Guru SD harus menjadi jembatan agar nilai-nilai seni budaya lokal dapat dipahami siswa, bukan hanya dari geraknya, tetapi juga makna yang terkandung di dalamnya,” katanya.
Dialog budaya menghadirkan narasumber Mahendra Cipta dan Alfaizin Sanasren yang membahas pentingnya literasi budaya bagi calon guru sekolah dasar.
Peserta juga mendapatkan materi mengenai kesenian Madura, seperti Topeng Dalang, Tari Pelet Kandung, dan Mamaca.
Selain dialog budaya, kegiatan dilanjutkan dengan workshop seni pertunjukan yang meliputi pelatihan dasar teater, olah tubuh, olah vokal, teknik pernapasan, dasar-dasar akting, hingga penyusunan konsep pertunjukan.
Kaprodi PGSD UPI Sumenep Iwan Kuswandi mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membentuk calon guru yang tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga menjadi pelestari budaya daerah.
“Workshop ini melatih mahasiswa menjadi pengajar sekaligus pelaku budaya yang kreatif dan kontekstual,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penampilan kolaborasi seni dari peserta berupa praktik akting dan pembacaan puisi berbahasa Madura. (*)
