LaNyalla Inisiasi Audiensi Pegiat Aksara Kawi dengan Fadli Zon

JAKARTA, LensaMadura.com – Anggota DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendorong pelestarian Aksara Kawi sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya Nusantara.

Komitmen itu diwujudkan dengan mendampingi Yayasan Satria Lelaku Nusantara beraudiensi dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

Audiensi tersebut membahas inisiatif pendirian portal media Aksara Kawi sebagai sarana memperkuat literasi, mendukung revitalisasi tradisi lokal, serta memperluas regenerasi pembaca Aksara Kawi.

LaNyalla mengatakan Aksara Kawi merupakan bagian penting dari khazanah budaya Indonesia yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Saya sengaja mendampingi para pegiat dan pelestari Aksara Kawi dari Jawa Timur untuk bertemu Pak Menteri Kebudayaan agar mendapat atensi dalam konteks pelestarian kebudayaan dan heritage di Indonesia. Aksara Kawi berkembang di Pulau Jawa dan digunakan sekitar abad ke-8 hingga ke-16 Masehi,” kata LaNyalla.

Pembina Yayasan Satria Lelaku Nusantara itu menilai Aksara Kawi menjadi pintu untuk memahami peradaban leluhur melalui berbagai prasasti peninggalan sejarah.

“Dari pembacaan prasasti beraksara Kawi, kita dapat mengetahui nilai-nilai budaya, tata cara bermasyarakat, hingga keunggulan teknologi pada masa lalu,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut baik inisiatif pendirian portal media Aksara Kawi. Menurut dia, Aksara Kawi layak menjadi salah satu prioritas yang diusulkan ke UNESCO melalui mekanisme Urgent Safeguarding.

“Ini termasuk yang perlu kami prioritaskan untuk diajukan ke UNESCO,” kata Fadli.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, menyatakan kesiapan pihaknya berkolaborasi dengan para pegiat Aksara Kawi dari Jawa Timur.

Yayasan Satria Lelaku Nusantara juga akan menggelar Srawung Budaya Aksara Kawi di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, pada 5 Juli 2026. Agenda tersebut akan dirangkaikan dengan soft launching Portal Media Aksara Kawi sebagai wadah literasi dan pelestarian aksara warisan Nusantara. (*)