BONDOWOSO, LensaMadura.com – Produk Garam Keluarga Santri ikut meramaikan kegiatan Semarak Muharram dan Penguatan Ekonomi Syariah Menuju Bondowoso Berkah 2026 yang berlansung pada Kamis, 18 Juni 2026.
Kehadiran produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi pesantren melalui pemberdayaan santri dan wali santri.
Garam Keluarga Santri mengusung tagline “Produk Unggulan Santri, Andalan Wali Santri”. Produk ini dikembangkan melalui kolaborasi antara santri, wali santri, dan pesantren sebagai bentuk penguatan ekonomi keumatan yang berbasis komunitas.
Partisipasi tersebut berada di bawah naungan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Bondowoso yang digagas Pondok Pesantren Raudhatul Falah, Kecamatan Cermee, di bawah pengasuhan Lora Moh. Auliya’ur Rasyid.
Melalui HEBITREN, berbagai produk unggulan pesantren didorong agar memiliki daya saing sekaligus memberi manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Falah, Lora Moh. Auliya’ur Rasyid, mengatakan pesantren harus mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi masyarakat tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan umat.
“Pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Melalui Garam Keluarga Santri, kami ingin membangun kemandirian ekonomi yang melibatkan santri dan wali santri secara langsung. Harapan kami, masyarakat Bondowoso dapat menikmati dan menggunakan produk-produk hasil karya pesantren sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama,” kata Auliya’ur Rasyid.
Menurut dia, penguatan ekonomi berbasis pesantren merupakan langkah strategis untuk menciptakan kemandirian ekonomi umat sekaligus memperluas peran pesantren dalam bidang sosial dan ekonomi.
Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, mengapresiasi inisiatif HEBITREN Bondowoso dalam mengembangkan ekonomi berbasis pesantren.
Ia menilai langkah tersebut menjadi contoh nyata pemberdayaan ekonomi umat yang perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Pesantren tidak hanya mencetak generasi yang berakhlak dan berilmu, tetapi juga mampu menghadirkan solusi ekonomi bagi masyarakat. Program seperti ini membantu meningkatkan kesejahteraan santri, wali santri, serta masyarakat sekitar melalui usaha yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, pesantren, dan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkeadilan.
Karena itu, berbagai produk unggulan pesantren perlu terus didorong agar mampu berkembang dan menjadi kebanggaan daerah.
Melalui ajang Semarak Muharram 1448 Hijriah, HEBITREN Bondowoso berharap produk-produk pesantren semakin dikenal masyarakat luas serta mampu menjadi bagian dari penguatan ekonomi syariah di Kabupaten Bondowoso.
Kehadiran Garam Keluarga Santri tidak hanya menghadirkan produk kebutuhan masyarakat, tetapi juga membawa semangat kemandirian dan pemberdayaan ekonomi yang lahir dari pesantren untuk umat. (*)
