SUMENEP, LensaMadura.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep menyasar pelajar dalam upaya memperkuat deteksi dini penyakit tidak menular (PTM).
Sosialisasi dan skrining PTM prioritas digelar di SMP Negeri 4 Sumenep pada Kamis, 6 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Kegiatan tersebut diikuti 125 peserta yang terdiri atas siswa kelas VIII dan guru.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg Ellya Fardasah, mengatakan pengenalan mengenai PTM perlu dilakukan sejak usia sekolah. Edukasi dan pemeriksaan dini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
“Deteksi dini menjadi bagian penting dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Semakin awal faktor risiko diketahui, semakin cepat pula upaya pencegahan bisa dilakukan,” kata Ellya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai PTM prioritas. Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan skrining untuk mendeteksi kondisi kesehatan dan faktor risiko penyakit tidak menular.
Menurut Ellya, pencegahan PTM tidak cukup dilakukan ketika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan. Upaya tersebut perlu dimulai dengan mengenali faktor risiko dan membangun perilaku hidup sehat sejak dini.
“Jangan menunggu sampai sakit untuk mulai menjaga kesehatan. Kebiasaan hidup sehat perlu dikenalkan dan dibangun sejak anak-anak masih berada di bangku sekolah,” ujarnya.
Karena itu, lingkungan sekolah dinilai menjadi salah satu tempat strategis untuk memberikan edukasi kesehatan kepada generasi muda. Guru juga diharapkan dapat ikut memperkuat pesan kesehatan yang diberikan kepada siswa.
“Kami berharap siswa tidak hanya mengikuti pemeriksaan, tetapi juga memahami mengapa pemeriksaan dan pola hidup sehat itu penting. Pengetahuan tersebut diharapkan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ellya. (*)
