Beras Zakat Jadi Ikhtiar Kader Ansor Sumenep Bangun Kemandirian Ekonomi

SUMENEP, LensaMadura.com — Upaya memperkuat ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari program besar pemerintah. Di tingkat akar rumput, langkah-langkah kecil yang lahir dari semangat kebersamaan juga mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Hal inilah yang tengah diupayakan oleh kader Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumenep melalui produksi beras zakat.

Program ini tidak sekadar menjadi sarana penyediaan beras untuk kebutuhan zakat fitrah masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi kader.

Melalui kegiatan tersebut, kader Ansor mencoba menghadirkan model usaha yang sederhana namun memiliki nilai sosial dan ekonomi sekaligus.

Saiful Bahri, salah satu kader PC GP Ansor Sumenep yang terlibat langsung dalam pengelolaan beras zakat, menjelaskan bahwa bahan baku beras tersebut berasal dari gabah yang dibeli langsung dari para petani. Gabah tersebut kemudian diproses hingga menjadi beras siap konsumsi sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

“Saya tidak memiliki sawah sendiri. Gabah itu saya beli langsung dari beberapa petani, lalu digiling hingga menjadi beras yang siap digunakan masyarakat untuk zakat fitrah,” ujarnya dikutip NU Online, Selasa, 10 Maret 2026.

Setelah proses penggilingan selesai, tahap berikutnya adalah pengemasan. Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama oleh para kader Ansor di kantor PC GP Ansor Sumenep. Suasana gotong royong tampak menjadi warna tersendiri dalam proses tersebut.

Menurut Saiful yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris PC IPNU Sumenep, kegiatan ini tidak semata berorientasi pada distribusi beras zakat. Lebih dari itu, program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi kader Ansor.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk menumbuhkan kemandirian ekonomi kader sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di antara sahabat Ansor,” jelasnya.

Dalam proses pemasarannya, para kader memanfaatkan cara-cara sederhana yang dinilai cukup efektif. Informasi mengenai beras zakat disebarkan melalui grup WhatsApp, forum pertemuan kader, hingga percakapan informal antar anggota. Dari jaringan kader inilah informasi kemudian menyebar lebih luas hingga ke masyarakat umum.

Respons masyarakat pun terbilang cukup positif. Hingga saat ini, kader Ansor Sumenep telah berhasil mengemas hampir dua ton beras untuk memenuhi pesanan masyarakat yang akan menunaikan zakat fitrah.

“Alhamdulillah, sampai sekarang hampir dua ton beras sudah kami kemas. Pesanannya terus datang melalui jaringan kader Ansor maupun masyarakat,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin memesan beras zakat tersebut, dapat menghubungi:
082332270102 (Eko), 085203775387 (Jhon), atau 087873836340 (Ipung).