SUMENEP, LensaMadura.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep memaparkan capaian dan strategi percepatan pembangunan sanitasi daerah dalam forum Coaching Clinic VI Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) yang digelar di Ruang Rapat Konsultasi Publik Bappeda Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Tahun 2026, di mana Bappeda Sumenep bersama Pokja PKP memaparkan hasil pelaksanaan program sepanjang 2025 sekaligus arah kebijakan dan peta jalan (roadmap) sanitasi daerah ke depan.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan forum tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat strategi implementasi SSK melalui masukan lintas sektor.
“Coaching Clinic ini menjadi forum yang sangat penting untuk memperoleh masukan dan penguatan strategi implementasi SSK,” ujarnya, Senin, 22 Juni 2026.
Ia menegaskan, Pemkab Sumenep berkomitmen mempercepat pembangunan sanitasi melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan kelembagaan, serta peningkatan partisipasi masyarakat.
Dalam pemaparannya, Bappeda Sumenep mencatat sejumlah capaian pada sektor air limbah domestik sepanjang 2025. Di antaranya pembangunan 1.155 unit tangki septik individu dan 37 unit tangki septik komunal yang tersebar di sejumlah wilayah.
Selain itu, pada sektor persampahan, pemerintah daerah juga melakukan penguatan sarana dan prasarana, termasuk pengadaan armada pengangkut sampah, pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS), rehabilitasi TPS3R, serta optimalisasi fasilitas pengelolaan sampah di titik-titik strategis.
Bappeda Sumenep juga menyiapkan Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, sebagai pilot project kampung percontohan sanitasi dalam implementasi Milestone 4 SSK.
Di desa tersebut, pengembangan dilakukan secara terintegrasi, meliputi pembangunan sarana air limbah, penguatan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT), revitalisasi TPS3R, hingga peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.
Arif menegaskan, penguatan desa percontohan menjadi bagian dari upaya mempercepat layanan sanitasi yang aman dan berkelanjutan.
“Pemkab Sumenep berkomitmen mempercepat pencapaian target sanitasi melalui kolaborasi lintas sektor,” jelasnya. (*)






