SUMENEP, LensaMadura.com – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), M Muhri, menyerap sejumlah aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses yang digelar di tiga kecamatan, 30 Juni hingga 7 Juli 2026.
Keluhan mengenai kerusakan jalan poros kecamatan hingga persoalan sampah menjadi isu yang paling banyak disampaikan warga.
Reses dilaksanakan di Lembaga Pendidikan Al Iftitahiyah Sonber Tombet, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih; Lembaga Pendidikan Al-Islah Batoatas, Desa Tennonan, Kecamatan Manding; serta Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk.
Menurut Muhri, masyarakat di wilayah Manding, Ganding, dan Batuputih meminta pemerintah segera memperbaiki ruas jalan poros yang menghubungkan Desa Tennonan, Giring, Gadding, hingga Batuputih Laok.
Warga juga menyampaikan keluhan terkait penanganan sampah di Pasar Manding dan kawasan Jabaan yang dinilai belum optimal.
“Kami lebih banyak mendengar aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan poros antarkecamatan, terutama ruas Tennonan-Giring-Gadding-Batuputih Laok. Selain itu, persoalan sampah di Pasar Manding dan Jabaan juga menjadi perhatian warga,” kata Muhri.
Salah satu agenda reses digelar di Masjid Baitur Rohmah, Dusun Mantajun, Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, Selasa, 7 Juli 2026.
Kegiatan dihadiri masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan sejumlah perwakilan organisasi.
Dalam sambutannya, Muhri mengatakan kegiatan reses menjadi kesempatan bagi anggota DPRD untuk bertemu langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi yang akan diperjuangkan di lembaga legislatif.
“Pertemuan seperti ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat serta menjaga komunikasi agar berbagai persoalan yang disampaikan dapat diperjuangkan sesuai kewenangan,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan Sholawat Nariyah, kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama masyarakat.
“Pembacaan Sholawat Nariyah merupakan tradisi yang dijalankan dalam setiap kegiatan PKB sebagai bentuk ikhtiar memohon keberkahan,” ujarnya.
Reses ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah bersama masyarakat. (*)






