SUMENEP, LensaMadura.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Wiraraja (Unija) menggelar forum diskusi bertajuk “Telesik Isu Keummatan dan Kebangsaan” di Aula DKPP Sumenep, Sabtu, 25 April 2025.
Kegiatan tersebut menarik perhatian berbagai kalangan mahasiswa, tidak hanya dari internal kampus, tetapi juga melibatkan organisasi ekstra kampus (ormek), organisasi daerah (Orda), serta sejumlah UKM di lingkungan Unija.
Ketua pelaksana, Nur Fawaid Aziz, menyampaikan bahwa forum ini bertujuan memperkuat keseimbangan antara kapasitas intelektual mahasiswa dengan kebijaksanaan dalam menyikapi isu keagamaan dan kebangsaan.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dalam beragama dan berpolitik. Moderasi penting agar perbedaan tidak berujung pada perpecahan,” ujarnya.
Hadir sebagai narasumber, Hasyim Khafani, S.H., dan Dr. Wilda Rasaili, S.I.P., M.A., memaparkan pentingnya penguatan moderasi dalam kehidupan berbangsa.
Keduanya menekankan bahwa tantangan utama saat ini adalah menjaga kebhinekaan di tengah dinamika ruang publik.
Dalam pemaparannya, narasumber menyoroti sejumlah poin penting, di antaranya pentingnya menanamkan toleransi sebagai dasar moderasi beragama, menjadikan perbedaan sebagai kekuatan intelektual dalam resolusi konflik, serta peran strategis mahasiswa sebagai jembatan komunikasi di tengah isu-isu sensitif.
Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif peserta dari berbagai latar belakang organisasi.
Kehadiran peserta lintas daerah turut memperkaya perspektif dan menunjukkan bahwa isu keummatan dan kebangsaan menjadi perhatian bersama.
Melalui kegiatan ini, LDK Unija berharap nilai-nilai moderasi tidak hanya berhenti dalam forum diskusi, tetapi dapat diimplementasikan dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat. (*)






