SUMENEP, LensaMadura.com – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni Sumenep meluncurkan dua pusat studi dan unit kewirausahaan dalam kegiatan International Symposium dengan tema The Intellectual Heritage of Nusantara Muslim Scholars.
Kegiatan tersebut berlangsung di auditorium kampus STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Agenda ini menjadi bagian dari upaya kampus memperluas pengembangan keilmuan, kajian gender, serta pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa.
Tiga program yang diluncurkan meliputi Pusat Studi Al-Nahdliyah, Pusat Studi Gender, dan Unit Pendidikan Kewirausahaan.
Ketua STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Dr. Ahmad Effendi, Lc., M.A., mengatakan, pengembangan ketiga unit tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik mahasiswa sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di tingkat internasional.
“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat transfer pengetahuan. Kampus juga perlu membangun ruang kajian, mendorong pemikiran kritis, dan membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Peluncuran pusat studi dan unit pendidikan kewirausahaan itu juga menjadi bagian dari langkah STIT Aqidah Usymuni Sumenep dalam memperluas jejaring akademik internasional.
Dalam simposium tersebut, kampus menghadirkan akademisi dari Malaysia dan Brunei Darussalam.
Mereka adalah Dr. Mahyudin Bin Daud, Academy of Islamic Studies, Universiti Malaya, Malaysia; Imamuddin, Lc., M.Sh., Ph.D., Jabatan Fiqh-Usul dan Sains Gunaan, Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya, termasuk juga Dr. Ahmad Effendi, Lc., M.A. Graduate Academy of Brunei Studies, Universiti Brunei Darussalam. (*)
