JAKARTA, LensaMadura.com – Program Desa EMAS 2026 digelar untuk mendorong kewirausahaan berbasis potensi lokal di desa.
Kegiatan ini diinisiasi INOTEK Foundation bersama Yayasan Indonesia Setara dan Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Pelaksanaan program berlangsung di Aula Desa Lajer, Dukuh Kademangan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, pada 7 April 2026.
Puluhan warga setempat mengikuti kegiatan yang berfokus pada pengolahan limbah pelepah pisang menjadi produk bernilai ekonomi.
Salah satu agenda utama adalah workshop pemintalan bahan baku pelepah pisang hingga proses pengolahannya menjadi kerajinan.
Dalam sesi tersebut, pelaku usaha Siswanto hadir sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman.
Siswanto, yang juga aparatur sipil negara di Kecamatan Alian, Kebumen, menjelaskan bahwa limbah pelepah pisang dapat diolah menjadi produk bernilai jual.
Ia mengembangkan usaha sampingan sebagai koordinator sekaligus pengepul bahan baku pelepah pisang kering.
Dalam pemaparannya, Siswanto menyebut usaha tersebut mampu memberikan tambahan pendapatan yang melebihi upah minimum regional setempat. Penghasilan itu dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak.
Setelah sesi berbagi pengalaman, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan perhitungan harga pokok produksi (HPP) serta pengelolaan keuangan usaha. Peserta juga mendapatkan materi fotografi produk berbasis kecerdasan buatan dan optimalisasi media sosial untuk pemasaran.
Pendiri Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan program ini merupakan kelanjutan dari praktik pemintalan serat pelepah pisang yang telah dilakukan sebelumnya.
Ia menyebut, sebanyak 21 peserta sebelumnya mampu memproduksi 97,3 kilogram tali pelepah pisang yang langsung diserap oleh offtaker Agrominafiber.
Menurut dia, hal itu menunjukkan manfaat ekonomi program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (jpnn)


