SUMENEP, LensaMadura.com – Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan akan menjadi tuan rumah Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 yang digelar pada 17–19 Juli 2026 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Panitia memperkirakan kegiatan itu akan dihadiri sekitar 75 ribu hingga 100 ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara.
Ketua Panitia Idul Khotmi Nasional, KH Junaidi Rasyidi, mengatakan pertemuan akbar tersebut mengusung tema “Menguatkan Dzikir, Meneguhkan Ukhuwah, dan Menegakkan Cinta Tanah Air dalam Naungan Tarekat Tijaniyah.”
Menurut dia, besarnya jumlah peserta mencerminkan kuatnya jaringan Tarekat Tijaniyah sekaligus menjadi momentum mempererat persaudaraan antarsesama jamaah.
“Kehadiran puluhan ribu jamaah ini diharapkan memperkuat silaturahmi, ukhuwah, dan komitmen kebangsaan,” kata Junaidi.
Ia menjelaskan Tarekat Tijaniyah didirikan oleh Syekh Abul Abbas Ahmad At-Tijani pada abad ke-18 dan kini memiliki pengikut di berbagai negara, seperti Maroko, Aljazair, Mesir, Sudan, Senegal, dan Nigeria. Di Indonesia, jumlah pengikut tarekat tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10 juta orang dengan konsentrasi terbesar di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Panitia menyebut sejumlah ulama Tarekat Tijaniyah dari luar negeri dijadwalkan hadir, di antaranya Sayyidi Syarif Muhammad Alhabib dari Aljazair, Sayyidi Syekh Muhammad Oali Binduwainah dari Aljazair, Sayyidi Syekh Muhammad Hafidz Al-Mishri dari Mesir, serta Sayyidi Syekh Muhammad Alhabib Aljakkani dari Maroko.
Selain itu, sekitar 200 muqaddam Tarekat Tijaniyah dari berbagai daerah di Indonesia juga dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Panitia turut mengundang sejumlah pejabat pemerintah, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Agama, Gubernur Jawa Timur, serta para kepala daerah di Madura.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan berupa wirid, wadhifah, hailalah, istigasah, pembacaan Shalawat Fatih, manaqib, tausiah, hingga halaqah para muqaddam.
Junaidi mengatakan penyelenggaraan Idul Khotmi bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan menjadi momentum memperkuat hubungan spiritual kepada Allah sekaligus mempererat persaudaraan dan kecintaan terhadap tanah air.
“Kami mengajak seluruh jamaah memperkuat dzikir, mempererat ukhuwah, serta meneguhkan komitmen mencintai tanah air sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam,” ujarnya.
Menurut dia, panitia telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta berbagai pihak untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH Ahmad Fauzi Tijani, mengatakan penunjukan pesantrennya sebagai tuan rumah merupakan amanah sekaligus kehormatan.
“Kami menyambut seluruh jamaah sebagai saudara seiman untuk memperkuat dzikir, mempererat ukhuwah, serta memperbarui komitmen pengabdian kepada Allah SWT, bangsa, dan negara,” katanya.
Menurut Fauzi, ajaran Tarekat Tijaniyah menekankan keseimbangan antara kedekatan spiritual dengan tanggung jawab sosial.
“Semakin dekat seseorang kepada Allah SWT, semakin besar tanggung jawabnya menghadirkan kedamaian, persaudaraan, dan kemaslahatan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain kegiatan keagamaan, panitia juga menyiapkan bazar dan expo yang diikuti 121 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari empat kabupaten di Madura. Sejumlah pertunjukan rebana juga akan digelar untuk memeriahkan rangkaian kegiatan. (*)






