PCNU Sampang Gelar Munajat Jelang Muktamar NU ke-35

SAMPANG, LensaMadura.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang menggelar Silaturahim dan Istighotsah Bersama bertajuk Munajat dan Riyadhah Menyongsong Muktamar NU ke-35 di Aula Kantor PCNU Sampang, Rabu, 15 Juli 2026.

Kegiatan yang bertepatan dengan 30 Muharram 1448 Hijriah itu dihadiri jajaran pengurus PCNU, Rais Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, perwakilan lembaga di lingkungan PCNU, serta pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) se-Kabupaten Sampang.

Ketua PCNU Sampang, KH Mohammad Itqan Bushiri, mengatakan forum tersebut tidak hanya menjadi ajang doa bersama menjelang Muktamar NU ke-35, tetapi juga dimanfaatkan untuk menghimpun aspirasi dari MWC NU terkait usulan calon anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dan calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Intinya adalah silaturahim, munajat, dan riyadhah dalam rangka menjalankan instruksi PBNU. Di sisi lain kami juga menyerap aspirasi terkait calon AHWA dan calon ketua umum,” kata Itqan.

Menurut dia, seluruh usulan yang disampaikan MWC NU akan ditabulasi sebelum diserahkan kepada para masyayikh PCNU Sampang sebagai bahan pertimbangan menjelang muktamar.

“Nanti usulan dari MWC NU kami tabulasi, kemudian hasilnya kami sampaikan kepada para masyayikh PCNU untuk dipertimbangkan sambil melihat perkembangan menjelang muktamar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mekanisme tersebut merupakan bagian dari proses penjaringan aspirasi di tingkat cabang agar pandangan pengurus di tingkat bawah dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyikapi pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

Itqan juga mengapresiasi kehadiran para Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriyah MWC NU se-Kabupaten Sampang. Menurut dia, masukan dari MWC NU menjadi bekal penting bagi PCNU dalam menjalankan amanat organisasi.

“Kami hanya menjalankan amanat organisasi. Karena itu, masukan dari MWC NU se-Kabupaten Sampang sangat kami butuhkan sebagai bahan pertimbangan menjelang muktamar,” katanya.

Ia berharap Muktamar NU ke-35 dapat berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi organisasi, umat, bangsa, dan negara. (*)