SUMENEP, LensaMadura.com – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep untuk memperkuat komitmen terhadap kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan semangat kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa. Di tingkat daerah, kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
“Ketahanan pangan adalah fondasi utama kemerdekaan bangsa. Tanpa pangan yang cukup, aman, dan mandiri, kemerdekaan belum terwujud sepenuhnya,” ujar Chainur Rasyid, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurut dia, ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari keberadaan petani. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan petani memperoleh dukungan yang memadai agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki kesejahteraannya.
DKPP Sumenep berkomitmen memperkuat pendampingan kepada petani, termasuk dalam pemanfaatan teknologi pertanian. Perbaikan sistem irigasi dan pengembangan diversifikasi pangan juga menjadi bagian dari upaya tersebut.
Chainur mengatakan diversifikasi diperlukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis komoditas. Sumenep memiliki beragam potensi pertanian yang dapat dikembangkan menjadi sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Kalau sektor pertanian kuat, ketahanan pangan juga akan semakin kuat. Karena itu, petani harus terus mendapatkan perhatian dan dukungan agar produktivitas maupun kesejahteraannya meningkat,” katanya.
Dalam pandangan DKPP Sumenep, petani bukan sekadar penerima manfaat program pemerintah. Mereka merupakan aktor utama yang menentukan keberlangsungan produksi pangan di daerah.
Karena itu, penguatan sektor pertanian perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya melalui peningkatan produksi, tetapi juga penggunaan teknologi yang sesuai, penyediaan sarana dan prasarana, serta pendampingan yang berkelanjutan.
Upaya tersebut juga dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong produktivitas tanaman pangan, perkebunan, dan hortikultura di Sumenep.
Bagi Chainur, peningkatan hasil pertanian akan memberikan dampak yang lebih luas. Selain meningkatkan pendapatan keluarga petani, produksi pertanian juga ikut menggerakkan perekonomian masyarakat dan memperkuat ketersediaan pangan daerah.
“Kami ingin menunjukkan komitmen melalui kerja nyata. Setiap hasil pertanian yang dihasilkan petani Sumenep merupakan bagian dari kontribusi untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Chainur mengatakan semangat kedaulatan pangan perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang mendorong Sumenep semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Menurut dia, daerah tidak semestinya hanya menjadi konsumen. Lahan pertanian, sumber daya manusia, serta keragaman komoditas yang dimiliki Sumenep perlu dioptimalkan agar menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.
“Peringatan kemerdekaan ini menjadi pengingat bahwa kedaulatan pangan merupakan bagian dari cita-cita kemerdekaan. Sumenep harus mampu mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki,” katanya. (*)

