SUMENEP, LensaMadura.com – Halaman rumah Bu Tajul di Dusun Campor, Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Sumenep, mulai ramai sejak pagi, Selasa, 1 September 2026. Puluhan warga lanjut usia datang untuk mengikuti Posyandu Lansia.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu tidak hanya diisi pemeriksaan kesehatan. Sejumlah mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STIT Aqidah Usymuni Posko I turut turun tangan mendampingi para lansia sejak proses pendaftaran hingga pemeriksaan.
Suasana semakin semarak ketika kegiatan diawali dengan senam lansia. Gerakan ringan yang dipandu instruktur bersama mahasiswa diikuti warga dengan antusias. Musik bernuansa ceria mengiringi gerakan, sesekali disambut tawa para peserta.
Usai senam, pelayanan kesehatan dasar dimulai. Mahasiswa membantu petugas mengatur antrean, melakukan pendaftaran, menimbang berat badan, hingga mendampingi pemeriksaan tekanan darah dan skrining gula darah secara gratis.
Warga lansia yang membutuhkan bantuan berjalan juga didampingi mahasiswa selama menjalani pemeriksaan.
Namun, keterlibatan mahasiswa tidak berhenti pada pelayanan teknis. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbincang langsung dengan para lansia, mendengarkan keluhan yang dirasakan, sekaligus menyampaikan edukasi mengenai pola hidup sehat.
Ketua Kelompok KPM STIT Aqidah Usymuni Posko I, Zaina, mengatakan pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa agar pengabdian kepada masyarakat tidak hanya bersifat administratif.
“Kami tidak ingin kehadiran mahasiswa hanya sebatas membantu pelayanan. Kami juga ingin membangun kedekatan dengan para lansia, mendengarkan keluhan mereka, sekaligus mengajak mereka memahami pentingnya menjaga pola makan dan tetap aktif di usia lanjut,” kata Zaina.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa mengingatkan para lansia untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang, membatasi konsumsi gula dan garam, serta tetap melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan.
Menurut Zaina, interaksi langsung dengan warga juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami persoalan kesehatan masyarakat dari dekat.
“Bagi kami, mendampingi lansia bukan hanya soal membantu pemeriksaan kesehatan. Ada interaksi, mendengarkan cerita mereka, dan membuat mereka merasa diperhatikan. Itu bagian penting dari pengabdian kami kepada masyarakat,” ujarnya.
Kepala Desa Campor Barat, Mariyatul Qibtiyah, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KPM dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, kehadiran mahasiswa memberikan semangat tambahan bagi warga untuk mengikuti pelayanan kesehatan, khususnya para lansia.
“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KPM. Kehadiran mereka membuat para lansia lebih bersemangat mengikuti Posyandu dan pelayanan juga menjadi lebih tertib,” ujar Mariyatul.
Apresiasi serupa disampaikan perawat desa, Dina, bersama Dr. Hasna. Mereka menilai mahasiswa turut membantu tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada warga.
“Mahasiswa sangat membantu kami di lapangan, terutama dalam mendampingi lansia saat pendaftaran maupun pemeriksaan. Dengan adanya pendamping tambahan, pelayanan menjadi lebih mudah dan suasananya juga lebih nyaman,” kata Dina.
Setelah rangkaian pemeriksaan selesai, mahasiswa bersama tim medis membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada para lansia yang hadir.
Pemberian PMT tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi warga lanjut usia sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga pola makan dan asupan nutrisi pada masa lanjut usia.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama mahasiswa KPM, tenaga kesehatan, dan para lansia. Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman pengabdian yang mempertemukan mereka secara langsung dengan kebutuhan dan keseharian masyarakat desa. (*)
