SUMENEP, LensaMadura.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 26 Universitas Annuqayah Guluk-Guluk mengajarkan santri Pondok Pesantren (PP) Mathla’un Najah Angsanah, Desa Bragung, cara mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos menggunakan metode Takakura, Senin, 31 Agustus 2026 lalu.
Kegiatan merupakan program kerja Divisi PKM dan Penelitian KKN Posko 26. Kegiatan diikuti 45 peserta yang terdiri atas santri putri dan pengurus pesantren.
Para peserta mendapat pemahaman mengenai pengelolaan sampah organik, mulai dari jenis sampah yang dapat diolah, bahan dan peralatan yang dibutuhkan, tahapan pengomposan hingga cara merawat komposter.
Metode Takakura diperkenalkan karena relatif sederhana dan dapat diterapkan di lingkungan pesantren. Setelah menerima penjelasan, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan kompos menggunakan sampah organik.
Salah satu pemateri dari Divisi PKM dan Penelitian, Kamelia Maulida Fajrin, mengatakan metode tersebut dipilih agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara sederhana oleh para santri.
“Metode Takakura kami pilih karena sederhana dan cocok diterapkan di lingkungan pesantren. Harapan kami setelah pelatihan ini santri dapat membuat dan mengelola kompos secara mandiri,” kata Kamelia.
Menurut dia, sampah organik yang selama ini menjadi limbah dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk untuk tanaman.
“Hasil pengomposan juga dapat mendukung kegiatan penghijauan di lingkungan pondok pesantren,” jelasnya.
Ketua KKN Posko 26 Anisatul Qamariyah berharap, melalui pelatihan tersebut keterampilan yang diperoleh dapat terus diterapkan oleh santri dan pengurus.
“Harapannya pengelolaan sampah secara mandiri dapat membantu menciptakan lingkungan pesantren yang lebih bersih sekaligus menghasilkan manfaat dari sampah organik,” ujarnya. (*)

