Komisi VIII DPR RI Muhammad Ali Ridha Imbau Masyarakat Madura Waspadai Informasi Hoaks

Anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Ali Ridha (pegang mik) ketika jadi pembicara pada kegiatan diseminasi terkait pembatalan keberangkatan jemaah haji Tahun 2021 angkatan XIII di Hotel Front One Kota Pamekasan Kamis, 21 Oktober 2021. (Foto. Sudirman/LensaMadura.Com)

Pamekasan, LensaMadura.Com – Anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Ali Ridha mewanti-wanti masyarakat selektif terhadap informasi yang diterima. Sehingga tidak gampang termakan oleh informasi hoaks.
Hal itu disampaikan politisi Partai Golkar tersebut saat jadi pembicara pada kegiatan diseminasi terkait pembatalan keberangkatan jemaah haji Tahun 2021 di Hotel Front One Pamekasan Kamis, 21 Oktober 2021.
Di hadapan peserta, Muhammad Ali Ridha mencontohkan hoaks yang sempat beredar seputar haji. Yaitu, ketika pemerintah mengumumkan penundaan keberangkatan haji Tahun 2021.
“Setelah diumumkan, beredar isu lewat media sosial. Bahwa haji ditunda karena dana haji habis untuk investasi pembangunan infrastruktur dan pemerintah RI punya hutang ke Arab Saudi. Berita itu tidak benar. Itu Hoaks,” tegas politisi dari Dapil Madura ini.
Politisi kelahiran Bondowoso ini menjelaskan, penundaan haji murni karena faktor pandemi Covid-19. Dana haji tetap aman.
Meskipun, lanjut mantan Ketua Umum Himsataki ini, dana haji menurut UU boleh diinvestasikan dengan catatan keamanannya betul-betul terjamin.
Politisi yang biasa dipanggil Habib Ali Ridha ini meminta masyarakat selektif mencerna informasi yang diterima. Tujuannya, tidak mudah terhasut oleh berita Hoaks atau bohong.
Dalam kegiatan yang berlangsung sesuai Prokes tersebut, diisi pula oleh pembicara dari Kanwil Kemenag Jatim dan Pamekasan.
Kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog antara peserta dan nara sumber. Pada kesempatan itu, Habib Ali Ridha menyampaikan komitmennya memperjuangkan masyarakat Madura melalui senayan. (Yan)
Baca Juga :  PPKM Level 3, Kodim 0826 Pamekasan Kembali Gelar Operasi Penyekatan
Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: