JSI Dikukuhkan, Bupati Fauzi Ingatkan Peran Media dalam Pembangunan

SUMENEP, LensaMadura.com – Kepengurusan Jurnalis Sumenep Independen (JSI) Kabupaten Sumenep periode 2026-2029 resmi dikukuhkan di Ballroom Myze Hotel Sumenep, Selasa, 15 September 2026.

Perlu diketahui, prosesi pengukuhan dilakukan Dewan Penasehat JSI Ahmadineja, ditandai pembacaan ikrar dan penyerahan pataka kepada Ketua JSI Sumenep.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang hadir dalam pengukuhan meminta JSI menjaga kekompakan, kepercayaan, dan kesamaan arah dalam menjalankan organisasi.

“JSI harus kompak, saling percaya, dan percaya kepada nahkodanya. Yang tidak kalah penting, seluruh anggota harus berada dalam frekuensi yang sama,” ujar Fauzi.

Menurut Fauzi, media memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah. Wartawan memiliki kemampuan melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, tetapi kelebihan itu harus ditopang karya jurnalistik yang berbobot, berimbang, dan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Sudut pandang wartawan sangat luas. Itulah kelebihan wartawan. Karena itu, tulisan yang dibuat harus berbobot, berimbang, dan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta JSI menjaga fungsi kontrol sosial tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik. Keberhasilan pemerintah, kata Fauzi, patut diapresiasi, sedangkan kebijakan atau persoalan yang perlu dikritisi harus disampaikan berdasarkan fakta.

“Berikan berita edukasi kepada masyarakat. Media harus mampu menjadi sumber informasi yang mencerdaskan, sehingga kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Bupati Fauzi turut menyampaikan selamat atas pengukuhan tersebut. Ia berharap JSI ikut berkontribusi dalam pembangunan Sumenep melalui karya jurnalistik yang berkualitas dan bertanggung jawab.

“Selamat kepada pengurus JSI Sumenep. Semoga kehadirannya semakin banyak memberikan manfaat bagi masyarakat dan ikut membangun Sumenep melalui karya jurnalistik,” katanya.

Fauzi juga menilai pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi berbagai unsur melalui semangat pentahelik. Dalam konteks itu, media dinilai memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi sekaligus bagian dari kontrol sosial.

“Membangun Sumenep itu sangat luas. Kita membutuhkan kolaborasi pentahelik. Media menjadi bagian penting karena karya jurnalistik dapat menjadi cermin pembangunan,” ujarnya.

Ketua JSI Sumenep Igusty Madani mengatakan organisasi yang dipimpinnya akan menjalankan fungsi jurnalistik dengan berpegang pada fakta, keberimbangan, dan etika.

“Kami memegang amanah dan kepercayaan masyarakat. JSI adalah wadah independen dan beretika untuk membangun Sumenep melalui fakta, karya, dan empati,” kata Igusty.

Ia menegaskan kritik maupun apresiasi terhadap pemerintah harus diletakkan pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau ada keberhasilan kita harus apresiasi, kalau ada yang keliru kita kritisi. Kritik dan apresiasi harus disampaikan berdasarkan fakta agar pembangunan berjalan terbuka dan masyarakat memperoleh informasi yang benar,” ujarnya.

Pengukuhan dihadiri sejumlah unsur Forkopimda, pimpinan OPD, Bank BPRS Sumenep, organisasi wartawan, serta tamu undangan lainnya. (*)