SUMENEP, LensaMadura.com – Jurnalis Sumenep Independen (JSI) mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep, dalam memperkuat pembangunan dan pelayanan dasar bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Pembina JSI Ahmadi Neja mengatakan perhatian terhadap wilayah kepulauan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di Kabupaten Sumenep.
“Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan dasar, termasuk kesehatan,” ujarnya, Selasa, 22 September 2026.
Salah satu program yang menjadi perhatian JSI adalah Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Sumenep. Program tersebut memberikan akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan kepesertaan melalui mekanisme yang berlaku.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
Setelah berjalan selama lima tahun, cakupan kepesertaan UHC di Sumenep disebut telah mendekati 100 persen. Pemkab Sumenep juga meraih UHC Award 2026 Kategori Madya atas komitmen dalam pelaksanaan program tersebut.
Selain pelayanan kesehatan, perhatian terhadap kepulauan juga terlihat dari alokasi pembangunan infrastruktur jalan pada tahun anggaran 2026.
Dari total anggaran sekitar Rp47,53 miliar untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan, sekitar Rp27,53 miliar diarahkan ke wilayah kepulauan.
Alokasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.
Di Pulau Kangean, perbaikan jalan dilakukan pada ruas yang menghubungkan Kecamatan Arjasa dan Kecamatan Kangayan. Peningkatan infrastruktur juga dilakukan pada sejumlah titik lain, termasuk ruas Pelabuhan Batu Guluk–Pandeman di Kecamatan Arjasa.
Perbaikan infrastruktur tersebut dinilai penting bagi masyarakat kepulauan karena berkaitan langsung dengan mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, akses pendidikan dan kesehatan, pelayanan publik, serta aktivitas ekonomi.
Ahmadi menilai pembangunan wilayah kepulauan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan, mengingat persoalan konektivitas masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat di kawasan tersebut.
“Pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, konektivitas antarpulau, fasilitas transportasi, dan pelayanan dasar lainnya, perlu berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata,” urainya.
Dikatakan, pembangunan daratan dan kepulauan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembangunan Sumenep.
Kemajuan daerah, kata Ahmadi, tidak hanya dapat dilihat dari perkembangan pusat pemerintahan dan perkotaan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat di wilayah kepulauan merasakan manfaat pembangunan dan pelayanan pemerintah.
“Kami harap program pembangunan yang telah berjalan dapat dipertahankan, dievaluasi, dan terus diperluas secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep,” paparnya. (*)






