SUMENEP, LensaMadura.com – Pabrikan rokok lokal Madura, DRT The Big Family, memilih memperkuat karakter produk dan efisiensi produksi untuk menghadapi persaingan industri hasil tembakau nasional.
Owner DRT The Big Family, H. Syafwan Wahyudi, mengatakan perusahaan tidak menjadikan perang harga sebagai strategi utama untuk memperluas pasar. DRT lebih mengandalkan kualitas tembakau, racikan, aroma, kemasan, serta konsistensi produk untuk membangun identitas rokok lokal Madura.
Menurut pria yang akrab disapa Haji Udik itu, penguatan pasar juga dilakukan dari tingkat akar rumput. DRT meningkatkan kemampuan tim pemasaran sekaligus membangun kemitraan dengan pedagang dan pemilik toko ritel di pasar lokal.
“Prinsip kami sederhana: produk lokal harus mampu membuktikan bahwa kualitasnya bisa bersaing, tetapi tetap membawa identitas dan nilai ekonomi masyarakat Madura,” ujar Haji Udik, Rabu, 9 September 2026.
Di sisi lain, kenaikan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) menjadi tantangan tersendiri bagi industri hasil tembakau, terutama bagi produsen skala kecil dan menengah.
Haji Udik mengatakan DRT merespons tekanan tersebut dengan melakukan penataan operasional internal. Efisiensi dilakukan tanpa mengorbankan standar mutu produk.
Salah satunya melalui evaluasi biaya produksi dengan memangkas pos pengeluaran yang dinilai tidak efisien. Penggunaan bahan baku dan tenaga kerja juga diatur berdasarkan kebutuhan produksi agar kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
DRT juga membenahi rantai distribusi untuk mempercepat aliran produk hingga ke konsumen. Menurut Haji Udik, efisiensi di setiap mata rantai produksi dan distribusi diperlukan agar perusahaan tetap mampu menjaga harga produk dalam batas yang rasional.
Selain langkah internal, DRT turut mendorong komunikasi dengan para pemangku kepentingan terkait kebijakan cukai. Haji Udik menilai kebijakan industri hasil tembakau perlu mempertimbangkan keberlanjutan industri kecil dan menengah yang memiliki keterkaitan langsung dengan tenaga kerja dan petani tembakau.
Bagi DRT, mempertahankan keberlangsungan usaha bukan hanya soal menjaga penjualan. Perusahaan juga berkepentingan mempertahankan upah pekerja serta penyerapan hasil panen tembakau dari petani lokal Madura.
Dengan strategi tersebut, DRT The Big Family berupaya menjaga posisi sebagai pabrikan lokal yang mampu bersaing di pasar, sekaligus mempertahankan keterkaitan ekonominya dengan masyarakat Madura. (*)
