DKPP Sumenep: Panen Padi Triwulan Tertinggi di Madura, Tembus 6.066 Ton

SUMENEP, LensaMadura.com – Produksi gabah pada musim tanam pertama triwulan I 2026 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melampaui target yang telah ditetapkan.

Tentu hal ini menandai peningkatan kinerja sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah sejak awal tahun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan capaian panen triwulan pertama 2026 telah melampaui target yang ditetapkan sebelumnya.

“Produksi gabah petani meningkat berkat sinergi pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta dukungan berbagai pihak terkait,” ujar Chainur Rasyid, Jumat, 17 Aprip 2026.

Target awal penyerapan gabah oleh Perum Bulog untuk wilayah Sumenep pada awal 2026 ditetapkan sebesar 600 ton. Namun realisasi di lapangan menunjukkan capaian jauh melebihi target tersebut.

“Target 600 ton kini telah tercapai bahkan melonjak hingga sekitar 6.060 ton,” kata Chainur.

Kerja sama antara DKPP, penyuluh pertanian, dan Bulog dilakukan melalui pendekatan langsung kepada petani untuk memastikan penyerapan hasil panen berjalan optimal.

Bulog menerapkan sistem jemput bola dengan menurunkan armada truk ke lokasi persawahan guna mengangkut gabah petani.

Harga pembelian gabah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan harga eceran tertinggi pemerintah.

“Dengan adanya kepastian harga, petani merasa lebih terlindungi dari fluktuasi pasar,” ujarnya.

Produksi gabah bahkan tercatat mencapai sekitar 6.066 ton, menjadi yang tertinggi di wilayah Madura dibandingkan tiga kabupaten lainnya.

Peningkatan produksi tersebut didukung peran aktif penyuluh pertanian dalam mendampingi petani serta optimalisasi pemanfaatan lahan.

Dari sisi ekonomi, capaian ini berdampak pada peningkatan perputaran uang di tingkat petani dan masyarakat pedesaan dengan nilai transaksi diperkirakan melebihi Rp4 miliar pada triwulan I 2026.

Pembayaran dilakukan langsung oleh Bulog kepada petani sehingga mempercepat perputaran ekonomi lokal.

“Selain itu, gabah asal Sumenep juga diminati oleh daerah lain, termasuk Banyumas dan sejumlah wilayah di luar Madura,” pungkasnya. (*)

Baca Juga