PAMEKASAN, LensaMadura.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan meraih penghargaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Terbaik I dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan yang berlangsung di Surabaya, Rabu, 18 Juni 2026.
Capaian itu menempatkan Pamekasan di posisi teratas di antara 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, mengungguli Kota Surabaya di peringkat kedua dan Kabupaten Bojonegoro di posisi ketiga.
Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr Saifudin, mengatakan penghargaan tersebut diberikan karena Pamekasan dinilai memiliki perencanaan kebutuhan SDMK yang baik, profesional, dan akuntabel.
“Nah, Pamekasan itu perencanaan kebutuhan tentang SDMK terbaik dibanding 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Nomor dua Surabaya, dan nomor tiga Bojonegoro,” kata Saifudin dalam keterangannya dikutip pada Senin, 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan, perencanaan kebutuhan SDMK yang dilakukan Dinkes Pamekasan mencakup berbagai sektor layanan kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit pemerintah, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu, hingga kebutuhan tenaga kesehatan lainnya.
Menurutnya, penyusunan kebutuhan SDMK harus dilakukan secara akurat agar selaras dengan pelayanan kesehatan yang disediakan pemerintah daerah.
“Jadi kebutuhan SDMK kita itu harus akuntabel berdasarkan perencanaan yang matang, terkait pelayanan yang disediakan oleh puskesmas maupun rumah sakit pemerintah. Itu perencanaannya ada di Dinkes. Kita dianggap perencanaan kebutuhan kita benar dan rapi,” ujarnya.
Saifudin menegaskan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Dinkes Pamekasan untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan SDMK agar kebutuhan tenaga kesehatan di daerah tetap terpenuhi sesuai standar pelayanan.
“Memang harus benar perencanaannya. Kalau salah, nanti bisa kurang tenaga kesehatan kita,” katanya.
Ia berharap capaian tersebut dapat berdampak pada peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Sehingga dapat menjadi acuan dalam pengelolaan sumber daya manusia kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Pamekasan,” ulasnya. (*)






