Desa Matanair Manfaatkan Lahan Produktif untuk Pertanian Hortikultura

SUMENEP, LensaMadura.com – Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, memanfaatkan lahan perbukitan rendah dan tegalan sebagai basis pengembangan sektor pertanian.

Kondisi geografis tersebut menjadikan pertanian sebagai mata pencaharian utama sebagian besar warga.

Komoditas yang dibudidayakan di desa ini beragam, mulai dari tanaman hortikultura, buah-buahan, hingga tanaman obat.

Para petani menerapkan sistem tumpang sari dan rotasi tanaman musiman untuk menjaga kesuburan tanah dan mempertahankan produktivitas lahan.

Kepala Desa Matanair, Ahmad Rasyidi. mengatakan lahan pertanian di wilayahnya menghasilkan berbagai komoditas sayuran dan tanaman pangan. Hasil panen yang dominan antara lain mentimun, cabai, singkong, tembakau, dan jagung.

“Jagung menjadi tanaman pangan utama pada musim hujan, sedangkan pada musim kemarau petani menanam tembakau murni varietas lokal yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi,” kata Rasyidi dikutip Media Center, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurut Rasyidi, sebagian besar wilayah Desa Matanair merupakan lahan produktif yang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.

Selain didukung kondisi lahan, aktivitas pertanian juga ditopang oleh kelembagaan masyarakat yang berperan dalam pengelolaan sektor agraris.

Data pemerintah desa menyebutkan luas lahan pertanian produktif di Desa Matanair diperkirakan mencapai 260 hingga 285 hektare. Luasan tersebut mencakup sekitar 85-90 persen dari total wilayah desa yang mencapai sekitar 315 hektare. (*)