Bupati Sumenep Apresiasi KEI atas Program Pendidikan dan Penanganan Stunting

SURABAYA, LensaMadura.com – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan penghargaan kepada SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) atas kontribusinya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesehatan masyarakat di wilayah operasi produksi.

Penghargaan tersebut diberikan atas pelaksanaan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), terutama dalam peningkatan kompetensi guru non-ASN atau honorer serta upaya pencegahan dan penurunan stunting.

Achmad Fauzi mengatakan program yang dijalankan KEI telah berlangsung secara berkelanjutan. Program peningkatan kompetensi guru non-ASN, misalnya, telah berjalan selama tiga tahun.

Program tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk meningkatkan kapasitas, mengembangkan metode pembelajaran, sekaligus memperkuat kemampuan mereka dalam memberikan layanan pendidikan.

Tidak berhenti pada pelatihan, para guru yang mengikuti program juga menghasilkan sejumlah karya, antara lain modul pembelajaran dan buku fiksi tentang guru.

Karya tersebut menjadi salah satu hasil pengembangan kreativitas dan literasi para pendidik, sekaligus mendokumentasikan pengalaman serta nilai-nilai dalam profesi keguruan.

Selain pendidikan, KEI menjalankan program pencegahan dan penurunan stunting di wilayah operasi produksi. Program ini telah berlangsung selama lima tahun dengan perhatian pada kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta pencegahan stunting sejak dini.

Achmad Fauzi mengapresiasi konsistensi KEI dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat tersebut. Menurut dia, kontribusi perusahaan menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“Penghargaan ini memiliki sejarah panjang, karena setiap tahunnya kami mengetahui peran KEI di wilayah operasi. Jadi kami mengapresiasi komitmen ini untuk terus mendukung peningkatan kompetensi guru serta ikut berperan dalam upaya pencegahan stunting di wilayah operasi,” ujar Achmad Fauzi di Surabaya, Senin, 24 Agustus 2026.

Ia berharap program tersebut terus dilanjutkan setiap tahun. Menurut dia, kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dan KEI diperlukan agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

“Semoga komitmen KEI ini tetap dijalankan tiap tahunnya, karena apa pun keadaannya Pemkab dengan KEI selalu berkolaborasi,” katanya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, juga mengapresiasi komitmen KEI dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah operasi, khususnya bagi guru non-ASN dan program penanganan stunting.

“Semoga program PPM KEI ini tetap berdiri tegak untuk memberikan dampak terhadap para guru non-ASN dan juga penanganan stunting. Dengan penghargaan ini, mari kita pertahankan dan dilakukan inovasi terbaik yang lebih bermanfaat,” ujar Anggono.

Vice President KEI Iman Santoso mengatakan pihaknya bersyukur atas penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Ia menilai apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk mengembangkan program pemberdayaan masyarakat.

Iman menegaskan KEI akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, dalam meningkatkan kompetensi guru di wilayah kepulauan Sapeken, khususnya Pagerungan Besar dan sekitarnya.

“Kami sangat bersyukur, semoga penghargaan ini membuat program kami semakin berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Iman.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, camat, kepala desa, hingga masyarakat yang selama ini ikut mendukung pelaksanaan berbagai program SKK Migas-KEI.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program PPM sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi produksi. (*)