SUMENEP, LensaMadura.com – Kacang hijau kuning yang dikenal masyarakat Sumenep dengan nama arta’ pottre koneng segera memperoleh pengakuan sebagai varietas lokal.
Saat ini, komoditas khas tersebut masih menjalani penelitian oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai bagian dari proses penetapan plasma nutfah asli Kabupaten Sumenep.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan penelitian tersebut menjadi tahapan awal sebelum dilanjutkan dengan proses pemurnian dan pelepasan varietas.
“Masih berlangsung proses penelitiannya. Setelah itu ada proses pemurnian dan pelepasan varietas. Baru ditetapkan sebagai varietas Sumenep. Mudah-mudahan tahun ini selesai,” ujar Chainur, Selasa, 28 Juli 2026.
Pejabat yang akrab disapa Inung itu menjelaskan, arta’ pottre koneng memiliki karakteristik yang membedakannya dari kacang hijau pada umumnya. Keunikan tersebut terlihat dari warna biji yang kuning, serta bentuk dan teksturnya yang khas.
“Sama-sama kacang hijau sebenarnya, hanya saja memiliki kekhasan pada warna, bentuk, dan teksturnya. Varietas ini hanya ada di Sumenep,” katanya.
Komoditas tersebut telah lama dibudidayakan petani di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Manding, Batuputih, Ambunten, Pasongsongan, dan Lenteng. Selain dipasarkan di berbagai pasar tradisional di Sumenep, hasil panennya juga dikirim ke Surabaya.
DKPP Sumenep tidak hanya fokus pada arta’ pottre koneng. Pemerintah daerah juga tengah menginventarisasi sejumlah tanaman lokal lain untuk diusulkan sebagai plasma nutfah khas Sumenep.
Komoditas yang sedang didata antara lain pisang kepok, kacang komak, cabai jamu, tembakau Prancak CK-95, bawang merah, cengkeh Masalembu, timun, serta cabai rawit lokal.
“Kita memiliki banyak varietas lokal,” ujar Inung.
Ia menilai pengakuan terhadap varietas lokal penting untuk menjaga kekayaan sumber daya genetik sekaligus memperkuat identitas pertanian Sumenep. Di sisi lain, pengembangan komoditas lokal juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani.
“Ke depan, budidaya komoditas ini akan terus kita tingkatkan dan kembangkan,” katanya. (*)
