SUMENEP, LensaMadura.com – Tiga hari lagi. Program Sedekah Setiap Hari yang digagas Detikzone.id memasuki hari ke-98 pada Senin, 7 September 2026. Perjalanan itu tinggal beberapa langkah menuju target awal 101 hari.
Selama 98 hari, program tersebut terus menyapa warga yang membutuhkan di Kabupaten Sumenep. Bantuan diberikan kepada berbagai kalangan, mulai dari anak yatim, janda dhuafa, lanjut usia, penyandang disabilitas, warga yang sedang sakit, keluarga dengan keterbatasan ekonomi, hingga para pencari nafkah yang ditemui di jalan.
Namun, perjalanan menuju 101 hari tidak hanya dihitung dari jumlah hari. Bagi Detikzone.id, rentang waktu tersebut menjadi proses untuk membangun kebiasaan berbagi dan menjaga kepedulian agar tetap tumbuh di tengah masyarakat.
Pemimpin Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan program Sedekah Setiap Hari berangkat dari prinsip sederhana: berbagi sesuai kemampuan dan melakukannya secara konsisten.
“Program ini kami jalankan setiap hari. Kami berusaha menyisihkan sebagian rezeki untuk diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” ujar Igusty.
Menurut dia, berbagi tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan harta. Kepedulian justru dapat dimulai dari apa yang tersedia.
“Kalau kita menunggu kaya untuk berbagi, mungkin kita akan selalu merasa belum cukup. Karena itu, kami memilih berbagi dari apa yang kami punya dan sesuai kemampuan,” katanya.
Dari 101 Hari Menuju 1.001 Hari
Target 101 hari kini tinggal tiga hari lagi. Setelah target tersebut tercapai, Detikzone.id berharap program ini tidak berhenti.
Igusty mengatakan ada keinginan untuk melanjutkan Sedekah Setiap Hari dalam jangka yang lebih panjang, dengan target 1.001 hari.
“Insyaallah kita menuju 101 hari terlebih dahulu. Setelah itu, semoga bisa terus dilanjutkan hingga 1.001 hari. Ini tentu bukan pekerjaan ringan, tetapi dengan dukungan dan kebersamaan, kami berharap program Sedekah Setiap Hari bisa terus berjalan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Detikzone.id serta para “Hamba Allah” yang selama ini ikut mendukung penyaluran bantuan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar dan Hamba Allah yang selama ini membersamai. Setiap dukungan yang diberikan sangat berarti bagi keberlangsungan program ini,” ujarnya.
Menemui Mereka yang Bekerja dalam Senyap
Sedekah Setiap Hari tidak hanya menyasar warga yang membutuhkan bantuan secara langsung. Program tersebut juga menyentuh para pencari nafkah yang setiap hari bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Mereka menjalani pekerjaan masing-masing tanpa selalu mendapat perhatian. Sebagian ditemui di jalan ketika sedang berusaha mendapatkan penghasilan untuk dibawa pulang.
Bagi Igusty, berbagi kepada mereka bukan hanya soal nilai bantuan. Ada penghargaan terhadap perjuangan yang mereka jalani setiap hari.
“Mereka mungkin tidak selalu menjadi perhatian utama. Namun, dari pekerjaan yang mereka jalani setiap hari, kebutuhan keluarga berusaha dipenuhi. Kehadiran kami diharapkan bisa memberikan sedikit kebahagiaan sekaligus penghargaan terhadap perjuangan mereka,” katanya.
Ia berharap setiap bantuan yang diberikan dapat menjadi manfaat bagi penerima sekaligus menjadi amal bagi orang-orang yang ikut menyisihkan rezekinya.
“Semoga setiap rezeki yang disisihkan dan setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah serta mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT,” ujarnya.
Menyiapkan Program Sosial Berikutnya
Seiring perjalanan program tersebut, Detikzone.id juga menyiapkan sejumlah kegiatan sosial lain. Di antaranya santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan biaya pengobatan, rumah singgah bagi keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembagian sembako, serta bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.
Layanan ambulans gratis juga tengah dipersiapkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, program Rumah Makan Gratis bagi masyarakat dhuafa di Kabupaten Sumenep juga sedang disiapkan.
Memasuki hari ke-98, tiga hari tersisa menjadi bagian dari perjalanan menuju target 101 hari.
Angka itu memang menjadi sebuah penanda. Tetapi yang lebih penting adalah kebiasaan berbagi yang dibangun selama perjalanan tersebut.
Sebab, kepedulian tidak selalu bermula dari sesuatu yang besar. Terkadang, ia hanya membutuhkan kemauan untuk menyisihkan sebagian yang dimiliki, kemudian dilakukan berulang kali hingga menjadi kebiasaan.
Tiga hari lagi menuju 101 hari. Setelah itu, Detikzone.id berharap langkah berbagi tersebut tidak berhenti, melainkan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. (*)
