SURABAYA, LensaMadura.com – Relawan Rumah Zakat turut terlibat dalam penanganan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu, 2 Agustus 2026.
Tim diterjunkan untuk membantu proses evakuasi, penanganan awal, hingga pendampingan para penyintas yang berhasil diselamatkan.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, Rumah Zakat mengerahkan lima relawan untuk mendukung proses pemindahan korban dari kapal evakuasi menuju area penanganan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Relawan juga berkoordinasi dengan tim SAR gabungan dan instansi terkait agar proses penanganan berlangsung cepat dan tertib.
Salah satu kapal yang terlibat dalam operasi penyelamatan, KM Meratus Pematang Siantar, menjadi kapal pertama yang mengevakuasi korban. Kapal itu membawa 113 orang, terdiri atas 111 penumpang selamat dan dua korban meninggal dunia.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 234 korban telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 229 orang dinyatakan selamat, sedangkan lima lainnya meninggal dunia.
Sebagian besar korban selamat telah memperoleh layanan kesehatan dan pendampingan psikososial. Sementara itu, korban lainnya yang dievakuasi menggunakan kapal lain dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak untuk menjalani penanganan lanjutan.
Perwakilan Tim Relawan Rumah Zakat di lapangan, Nia, mengatakan fokus utama relawan saat ini adalah memastikan seluruh penyintas memperoleh layanan yang dibutuhkan segera setelah tiba di pelabuhan.
“Fokus utama kami adalah memastikan para penyintas mendapatkan penyambutan, penanganan medis darurat, serta layanan pemulihan trauma atau trauma healing setibanya di pelabuhan,” ujarnya.
Menurutnya, Rumah Zakat terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar proses penanganan korban dapat berlangsung secara optimal.
Hingga kini, relawan Rumah Zakat bersama tim SAR, otoritas pelabuhan, dan relawan gabungan masih bersiaga di Pelabuhan Tanjung Perak. Selain membantu proses penyambutan korban, mereka juga mendukung distribusi logistik serta memfasilitasi komunikasi antara penyintas dan keluarganya.
Rumah Zakat menyatakan akan terus berpartisipasi dalam upaya kemanusiaan hingga proses penanganan korban selesai. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, organisasi tersebut berharap seluruh penyintas mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan menyeluruh sehingga proses pemulihan dapat berjalan optimal. (*)



