Putri Ramadani Nahkodai IPPNU Sumenep 2026–2028, Kaderisasi Matang Jadi Modal Utama

SUMENEP,LensaMadura.com – Konferensi XXIII PC IPPNU Sumenep yang berlangsung di Universitas Annuqayah, Guluk-Guluk, menghasilkan kepemimpinan baru. Forum resmi tersebut menetapkan Putri Ramadani sebagai Ketua PC IPPNU Sumenep periode 2026–2028.

Penetapan ini mencerminkan soliditas kader serta kepercayaan penuh peserta konferensi terhadap kapasitas dan rekam jejak Putri Ramadani dalam organisasi pelajar putri Nahdlatul Ulama tersebut.

Putri bukan figur instan. Ia lahir dari proses kaderisasi berjenjang di tubuh IPPNU, mulai dari tingkat komisariat hingga cabang. Pengalaman panjang tersebut menjadi legitimasi kuat atas amanah yang kini diembannya.

Perempuan kelahiran Sumenep, 30 Oktober 2005 ini menempuh pendidikan dasar di SDN Tambuko, kemudian melanjutkan ke SMPI Mathlaul Ulum, SMA 3 Annuqayah, dan saat ini aktif sebagai mahasiswa Universitas Annuqayah.

Dalam perjalanan organisasinya, Putri telah mengisi sejumlah posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PK IPPNU Mathlaul Ulum (2019–2020), kemudian menjadi Wakil Ketua I PAC IPPNU Guluk-Guluk (2021–2023). Kepemimpinannya teruji saat dipercaya sebagai Ketua PAC IPPNU Guluk-Guluk (2023–2025), sebelum akhirnya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua IV PC IPPNU Sumenep (2024–2026).

Dari sisi pengkaderan, ia juga telah menempuh tahapan formal IPPNU, mulai dari Makesta (2020), Lakmud (2022), hingga Lakut (2025). Hal ini menjadi fondasi penting dalam membangun arah kepemimpinannya ke depan.

Dalam keterangannya saat diwawancarai, Putri menegaskan bahwa kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan internal dan revitalisasi peran IPPNU di kalangan pelajar putri.

“IPPNU harus menjadi ruang yang hidup, bukan sekadar formalitas. Kami ingin merangkul lebih banyak pelajar putri dan memastikan organisasi ini benar-benar berdampak,” ujarnya, Senin, 27 April 2026,

Ia juga menekankan pentingnya solidaritas kader sebagai langkah awal dalam membangun organisasi yang kuat dan berkelanjutan.

“Penguatan internal menjadi prioritas. Setelah itu, kita dorong IPPNU kembali hadir secara nyata di tengah pelajar sebagai ruang belajar, berkembang, dan berproses,” tegasnya.

Sejalan dengan tema konferensi “Khidmat IPPNU: Simpul Pelajar, Tunas Peradaban”, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperluas peran strategis pelajar putri dalam pembangunan sosial dan keumatan.

Konferensi XXIII ini ditutup dengan optimisme bahwa IPPNU Sumenep di bawah kepemimpinan Putri Ramadani akan semakin progresif, solid, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. (*)