Peta Politik Jawa Timur 2029 Mulai Menghangat, Nama Emil Dardak dan Lia Istifhama Masuk Diskursus Publik

LENSAMADURA.COM – Peta politik Jawa Timur menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2029 mulai menjadi perbincangan di berbagai kalangan. Meski tahapan pemilihan masih beberapa tahun lagi, sejumlah nama mulai masuk dalam diskursus sebagai figur yang dinilai berpotensi meramaikan kontestasi.

Perbincangan itu muncul di tengah masa kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak untuk periode 2025–2030. Sejumlah pengamat maupun warganet mulai membahas sosok yang berpeluang melanjutkan kepemimpinan provinsi tersebut setelah masa jabatan pasangan itu berakhir.

Dua nama yang kerap disebut dalam diskusi publik adalah Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama. Keduanya memiliki latar belakang berbeda, namun sama-sama memiliki pengalaman di bidang pemerintahan, politik, maupun organisasi.

Belakangan, di media sosial muncul istilah “EMILIA”, akronim dari nama Emil dan Lia. Istilah tersebut digunakan sebagian pengguna media sosial sebagai penyebutan dua tokoh yang dinilai memiliki peluang dalam dinamika politik Jawa Timur. Hingga kini belum ada pernyataan resmi ataupun deklarasi politik dari keduanya terkait Pilgub 2029.

Emil Dardak

Emil Elestianto Dardak lahir di Jakarta pada 20 Mei 1984. Ia merupakan putra almarhum Hermanto Dardak, mantan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, dan Sri Widayati.

Karier politik Emil dimulai saat terpilih sebagai Bupati Trenggalek pada Pilkada 2015. Pada 2018, ia mendampingi Khofifah Indar Parawansa sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Timur. Pasangan itu kembali memenangkan Pilgub Jawa Timur 2024 dan menjabat untuk periode 2025–2030.

Di Partai Demokrat, Emil menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur sejak 2022.

Di luar politik, Emil dikenal memiliki latar belakang akademik. Ia meraih gelar doktor dari Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Jepang, serta pernah menempuh pendidikan di University of Oxford, University of Wales, Melbourne Institute of Business and Technology, dan memperoleh ASEAN Scholarship di Singapura.

Sebelum terjun ke politik, Emil pernah bekerja sebagai profesional dan tampil sebagai presenter televisi. Ia menikah dengan Arumi Bachsin pada 2013 dan dikaruniai dua anak.

Emil juga aktif di sejumlah organisasi, di antaranya United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC), EAROPH, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), PMI Jawa Timur, dan IPHI Jawa Timur.

Lia Istifhama

Nama Lia Istifhama juga mulai sering muncul dalam pembahasan mengenai politik Jawa Timur.

Lahir di Surabaya pada 12 Februari 1984, Lia saat ini menjabat sebagai anggota DPD RI. Selain berkiprah di parlemen, ia dikenal sebagai akademisi, advokat, penulis, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Lia merupakan putri KH Masykur Hasyim dan Hj Aisyah. Ia juga merupakan adik kandung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dalam bidang pendidikan, Lia menyelesaikan tiga program sarjana pada 2007. Ia kemudian meraih gelar Magister Ekonomi Islam pada 2013 dan Doktor Ekonomi Islam dari UIN Sunan Ampel Surabaya pada 2020.

Selama menjadi anggota DPD RI, Lia kerap menyampaikan pandangan mengenai isu pendidikan, pemberdayaan perempuan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Ia juga aktif sebagai Ketua DPD Perempuan Tani HKTI Jawa Timur sejak 2019 serta Sekretaris Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Jawa Timur.

Pada 2022, Lia mendirikan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Srikandi Bakti Insani yang memberikan pendampingan hukum bagi perempuan dan masyarakat kurang mampu.

Hingga kini belum ada kepastian mengenai arah politik Emil Elestianto Dardak maupun Lia Istifhama menjelang Pilgub Jawa Timur 2029. Namun, kemunculan nama keduanya dalam berbagai diskusi menunjukkan bahwa percakapan mengenai suksesi kepemimpinan Jawa Timur mulai berkembang, meski tahapan resmi pemilihan masih beberapa tahun lagi. (*)