SUMENEP, LensaMadura.com – Pengurus Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Esensi Periode 2026-2027 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) Sumenep resmi dilantik.
Pelantikan dikemas dengan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jurnalistik Tingkat Dasar, Minggu, 25 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus STITA tersebut mengusung tema “Membangun Budaya Literasi melalui Jurnalistik yang Kritis dan Beretika”.
Pelantikan ini menjadi awal bagi kepengurusan periode kedua untuk melanjutkan kerja organisasi sekaligus membenahi hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
Pimpinan Umum LPM Esensi Mutmainnah menyebut kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang perlu dijalankan bersama seluruh pengurus dan anggota.
Menurut dia, kepengurusan baru tidak cukup hanya melanjutkan program sebelumnya. Kebersamaan dan kemauan untuk berbenah juga diperlukan agar LPM Esensi berkembang menjadi organisasi pers mahasiswa yang lebih baik.
“Tugas kita di periode kedua ini memperbaiki kekurangan, memperkuat kebersamaan, dan membawa LPM Esensi menjadi lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, LPM Esensi tidak semata-mata menjadi tempat mahasiswa belajar literasi. Organisasi tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk mengasah pola pikir kritis, menyuarakan kebenaran, dan menghasilkan karya jurnalistik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pesan serupa disampaikan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STITA, Edyanto, M.Pd.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis bagi jurnalis, terutama ketika menyampaikan kritik terhadap suatu persoalan.
Menurut Edyanto, keberanian mengkritik perlu disertai kecakapan mengolah fakta dan data. Kritik yang disampaikan secara objektif dan bertanggung jawab akan lebih kuat serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Seorang jurnalis harus berani mengungkap kebenaran, tetapi tetap menjaga etika, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab atas setiap informasi yang disampaikan,” katanya. (*)
