PAMEKASAN, LensaMadura.com – Tradisi menghafal Al-Qur’an di MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan terus diperkuat. Menjelang libur Maulid Nabi Muhammad SAW, madrasah tersebut menggelar I’lan Tasmi’ Al-Qur’an pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para santri untuk menyetorkan hafalan sekaligus menguji ketepatan, konsistensi, konsentrasi, dan tanggung jawab dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
Direktur Utama IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis, mengatakan tasmi’ bukan sekadar kegiatan menyimak hafalan. Menurut dia, proses tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab personal santri.
“Menghafal Al-Qur’an merupakan proses mempertemukan ingatan, kesadaran, dan penghayatan. Al-Qur’an yang dihafal bukan sekadar tersimpan dalam memori, tetapi idealnya hadir dalam perilaku,” ujar Achmad Muhlis.
Ketua Senat UIN Madura itu menekankan, bertambahnya hafalan harus diikuti dengan meningkatnya tanggung jawab moral. Santri, kata dia, tidak hanya dituntut menjaga hafalan, tetapi juga menjaga adab, kejujuran, dan kedisiplinan.
“Hafalan bukanlah perlombaan angka, melainkan perjalanan menjadikan nilai Al-Qur’an hidup dalam diri,” katanya.
Sebanyak 30 santri putra dan putri mengikuti I’lan Tasmi’ dengan capaian hafalan yang beragam. Sebanyak 19 santri telah mencapai satu juz, tujuh santri dua juz, tiga santri tiga juz, satu santri lima juz, dan satu santri mencapai 11 juz.
Capaian tersebut menunjukkan proses tahfiz di MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing peserta didik.
Selain menjadi bagian dari tradisi pembelajaran di madrasah, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kesiapan mental santri. Hafalan yang diuji diharapkan dapat menjadi bekal menghadapi berbagai agenda keagamaan pada masa mendatang.
Di antaranya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Hari Santri, hingga peringatan Hari Guru Nasional.
Dengan demikian, I’lan Tasmi’ tidak hanya menjadi ajang mengukur jumlah hafalan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang mampu menghafal, memahami, sekaligus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (*)

