SUMENEP, LensaMadura.com – Kalangan muda dari berbagai latar belakang mengikuti kegiatan Meta Culture Talk yang digelar di Auditorium STITA Sumenep, Rabu, 4 Maret 2026. Forum tersebut menjadi ruang diskusi kebudayaan yang melibatkan mahasiswa, pelajar, aktivis, dan pegiat organisasi.
Ketua pelaksana kegiatan, M Rifqiyadi, mengatakan kegiatan itu sengaja dirancang untuk menghadirkan ruang dialog budaya yang lebih terbuka dan inklusif bagi generasi muda.
“Kebudayaan tidak boleh berjarak dengan anak muda. Karena itu kami mencoba menghadirkan forum yang lebih dekat, terbuka, dan dapat diikuti oleh siapa saja,” kata Rifqiyadi.
Ia menilai, selama ini pembahasan mengenai kesenian dan kebudayaan cenderung hanya berada di lingkungan tertentu. Padahal, menurut dia, generasi muda memiliki posisi penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.
Melalui kegiatan tersebut, panitia ingin mendorong keterlibatan pemuda agar lebih aktif dalam memahami persoalan budaya sekaligus membangun ruang partisipasi bersama.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai isu kebudayaan, mulai dari tantangan pelestarian budaya hingga peran komunitas muda dalam perkembangan budaya daerah.
Panitia berharap kegiatan itu dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi lintas komunitas serta meningkatkan kesadaran budaya di kalangan generasi muda Sumenep. (*)






