Lia Istifhama Hadiri Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep, Dorong Pembinaan Atlet Berkarakter

SUMENEP, LensaMadura.com – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menghadiri pembukaan Kejuaraan Cabang (Kejurcab) V Pagar Nusa Kabupaten Sumenep, Jumat, 31 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak Pagar Nusa terus memperkuat pembinaan atlet sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter dan berakhlak.

Kehadiran Lia menjadi salah satu perhatian dalam pembukaan Kejurcab yang diikuti ratusan pendekar Pagar Nusa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep.

Selain menghadiri pembukaan, ia juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim yang merupakan bagian dari keluarga besar Pagar Nusa.

Menurut Lia, Kejurcab menjadi ruang pembinaan karakter bagi generasi muda. Ia menilai nilai-nilai disiplin, sportivitas, cinta tanah air, dan akhlak yang ditanamkan Pagar Nusa menjadi bekal penting bagi para atlet.

“Kegiatan seperti ini patut diapresiasi karena mampu mempererat ukhuwah, melahirkan atlet-atlet berprestasi, sekaligus menjaga eksistensi Pagar Nusa sebagai benteng Nahdlatul Ulama. Saya juga bersyukur dapat bersilaturahmi dengan para pendekar dan penjaga benteng NU di Kabupaten Sumenep,” kata Lia.

Kejurcab V Pagar Nusa Kabupaten Sumenep dibuka oleh Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM yang mewakili Bupati Sumenep. L

Acara tersebut juga dihadiri Wakil Ketua PCNU Sumenep Bidang Badan Otonom KH Wasid, unsur Polres Sumenep, Kodim 0827/Sumenep, serta ratusan pesilat dari berbagai wilayah.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Staf Ahli Bupati, Pemerintah Kabupaten Sumenep mengapresiasi peran Pagar Nusa dalam membina generasi muda melalui olahraga pencak silat yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

“Pemerintah daerah berharap kejuaraan tersebut mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang siap mewakili Sumenep pada Kejuaraan Provinsi hingga tingkat nasional.

Kejurcab V Pagar Nusa menjadi agenda pembinaan tahunan yang tidak hanya bertujuan menjaring atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat persaudaraan antarpendekar dan menjaga tradisi pencak silat di lingkungan Nahdlatul Ulama. (*)