PAMEKASAN, LensaMadura.com – Komite Sepak Bola Mini Seluruh Indonesia (KSMI) Pamekasan mulai mencari pemain potensial untuk dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Penjaringan dilakukan melalui Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) mini soccer yang berlangsung di Lapangan Mini Soccer Puri Dewata, Pamekasan.
Sebanyak 16 tim dari jenjang SMA sederajat se-Kabupaten Pamekasan mengikuti turnamen tersebut.
Ketua KSMI Pamekasan Mahfud mengatakan Kejurkab tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarsekolah. Turnamen itu juga dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pemetaan dan seleksi atlet yang akan diproyeksikan memperkuat kontingen Pamekasan pada Porprov Jatim.
Menurut Mahfud, kompetisi memberikan kesempatan kepada tim seleksi untuk melihat kemampuan pemain secara langsung dalam situasi pertandingan.
“Seleksi kami lakukan melalui Kejurkab. Dari sini kami bisa melihat potensi pemain yang layak masuk dalam tim Porprov Jawa Timur,” kata Mahfud, Jumat, 20 Agustus 2026.
Seleksi tidak hanya mempertimbangkan kemampuan teknis pemain. Tim juga memantau kondisi fisik, mental bertanding, serta kemampuan pemain bekerja sama dengan rekan satu tim.
Mahfud mengatakan pemain yang tampil menonjol akan masuk dalam daftar pemantauan untuk mengikuti proses pembinaan berikutnya.
“Dengan sistem seleksi melalui kompetisi, tim seleksi lebih mudah memantau kemampuan setiap atlet. Pemain yang memiliki potensi akan kami catat dan dipantau lebih lanjut,” ujarnya.
Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan, Kuswanto, mengapresiasi langkah KSMI menggunakan Kejurkab sebagai bagian dari proses pembentukan tim Porprov.
Menurut dia, kompetisi antarpelajar dapat menjadi salah satu cara untuk menemukan bibit atlet yang memiliki potensi untuk berkembang.
“Langkah seleksi atlet melalui Kejurkab ini sangat baik. Melalui turnamen seperti ini, kita bisa melihat dan menjaring atlet-atlet yang berpotensi untuk ditampilkan pada Porprov nanti,” ujar Kuswanto.
Namun, Kuswanto meminta KSMI Pamekasan tidak berhenti pada proses penjaringan. Koordinasi dengan pengurus KSMI tingkat provinsi perlu dilakukan untuk memastikan seleksi dan pembinaan atlet sesuai dengan ketentuan Porprov.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah regulasi mengenai batas usia pemain yang berhak mengikuti Porprov Jawa Timur.
“Pengurus KSMI Pamekasan harus sering berkoordinasi dengan pihak provinsi terkait regulasi dan batasan usia atlet yang akan ditampilkan dalam kejuaraan Porprov,” katanya.
Kuswanto juga mendorong pelatih di sekolah-sekolah untuk memperkuat pembinaan pemain setelah Kejurkab. Atlet yang memiliki potensi perlu mendapat program latihan secara berkelanjutan agar perkembangannya dapat dipantau.
“Saya yakin para pelatih dapat membimbing anak didiknya masing-masing sehingga nantinya dapat melahirkan atlet-atlet yang bagus dan mampu membawa nama baik Pamekasan,” tuturnya. (*)

