SURABAYA, LensaMadura.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menjajaki kerja sama internasional dengan Jepang guna memperkuat pembinaan atlet dan pertukaran budaya di bidang olahraga.
Penjajakan tersebut ditandai dengan pertemuan Ketua Umum KONI Jatim, Muhammad Nabil, bersama perwakilan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, yakni Deputy Consul-General Ishii Yutaka dan Consul for Information, Education, and Culture Kaori Morohita.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas peluang kolaborasi strategis, khususnya pengembangan cabang olahraga bela diri serta penguatan hubungan budaya Indonesia–Jepang.
Muhammad Nabil mengatakan kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet di daerah.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga pertukaran nilai, budaya, dan pengalaman yang dapat meningkatkan kualitas atlet kita,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.
Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah kegiatan sosialisasi dan demonstrasi olahraga bela diri Jepang di Surabaya pada Oktober 2026.
Program tersebut dirancang tidak hanya sebagai ajang pertunjukan, tetapi juga sarana edukasi bagi atlet dan masyarakat untuk memahami teknik, filosofi, serta nilai disiplin dalam seni bela diri Jepang.
Pihak Konsulat Jepang menyambut positif rencana tersebut dan menilai Jawa Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga sekaligus sebagai mitra strategis dalam kerja sama budaya.
Kegiatan itu dijadwalkan bertepatan dengan Hari Olahraga Jepang pada 12 Oktober 2026.
Adapun cabang bela diri yang akan diperkenalkan antara lain karate (Shotokan dan Kyokushin), judo, aikido, kendo, kempo, hingga kyudo yang merupakan bagian dari tradisi Budo Jepang.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan berkembang ke tahap lebih konkret, seperti pelatihan bersama, pertukaran pelatih dan atlet, serta peluang penyelenggaraan kompetisi internasional di Jawa Timur. (*)
