IBS PKMKK Pamekasan Perkuat Tradisi Al-Qur’an melalui I’lan Tasmi’ dan Munaqasah

PAMEKASAN, LensaMadura.com – Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) kembali menggelar I’lan Tasmi’ al-Qur’an sebagai bagian dari pembiasaan santri dalam menghafal, mengulang, dan memperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an, Minggu, 27 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.00–21.00 itu diikuti 34 santri MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning. Hafalan yang diperdengarkan berkisar antara satu hingga enam juz.

Selain tasmi’, sebanyak sembilan santri mengikuti Munaqasah Tajwid Marhalah Ula dan Marhalah Tsaniyah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan yang diarahkan untuk membangun ketekunan, kedisiplinan, keberanian, sekaligus tanggung jawab santri.

Direktur Utama IBS PKMKK, Prof. Dr. Achmad Muhlis, MA, mengatakan pembelajaran Al-Qur’an tidak seharusnya berhenti pada kemampuan menghafal. Menurutnya, hafalan perlu berlanjut pada pemahaman dan tercermin dalam perilaku santri.

“Al-Qur’an tidak cukup berhenti pada hafalan. Setiap ayat yang dihafal merupakan amanah yang semestinya mampu mentransformasikan cara berpikir, cara berbicara, dan cara berperilaku,” ujar Achmad Muhlis.

Ia mengapresiasi para santri yang telah memperdengarkan hafalan sekaligus para pembimbing yang konsisten mendampingi proses tersebut. Menurut dia, rutinitas dalam menghafal dan memperdengarkan Al-Qur’an dapat membentuk kebiasaan belajar sekaligus kultur keagamaan di lingkungan pesantren.

I’lan Tasmi’ al-Qur’an digelar setiap akhir bulan sebagai implementasi pilar One Day One Ayat. Program tersebut berada di bawah bimbingan Ny. Hj. Nurul Umayah dan Ust. Abdul Qadir Maliki, M.Ag.

Melalui rutinitas menghafal, mengulang, dan memperdengarkan ayat, santri dibiasakan untuk menjaga konsistensi belajar. Proses tersebut juga melibatkan interaksi dengan pembimbing, teman sebaya, dan keluarga.

Tradisi pembelajaran Al-Qur’an diperkuat melalui Munaqasah Tajwid yang digelar setiap bulan untuk Marhalah Ula, Tsaniyah, dan Tsalisah. Program yang menjadi implementasi One Week One Theme itu dibimbing KH. Dr. Mohammad Holis, M.Si.

Sementara Munaqasah Kitab Kuning Metode Al-Fatih dilaksanakan setiap dua bulan untuk materi Safinatun Najah dan Fathol Qarib. Program tersebut merupakan implementasi One Week Three Fashal di bawah bimbingan KH. Dr. Moch. Cholid Wardi, M.H.I.

Adapun pembelajaran hadis dikembangkan melalui program One Hadith One Presentation. Santri mempresentasikan lima hadis setiap minggu atau dua minggu sekali, terutama ketika kunjungan orang tua, dengan bimbingan Ny. Hj. Wiqayah Hilmi, S.S.

Achmad Muhlis berharap rangkaian pembelajaran tersebut terus berkembang sehingga kemampuan hafalan santri semakin kuat dan diikuti dengan peningkatan pemahaman serta penghayatan terhadap kandungan Al-Qur’an.

“Hafalan menguatkan ingatan, pemahaman membangun kesadaran, dan pengamalan menghadirkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bersama. Karena itu, yang kita bangun bukan hanya kemampuan menghafal, tetapi juga bagaimana nilai Al-Qur’an hadir dalam kehidupan santri,” katanya.

Melalui berbagai program tersebut, IBS PKMKK berupaya membangun pola pendidikan yang mempertemukan hafalan, pemahaman, komunikasi, dan pengamalan sebagai bagian dari pembentukan karakter santri. (*)