HIPMI Jatim Solidkan Dukungan untuk Ade Jona di Bursa Ketum HIPMI 2026–2029

SURABAYA, LensaMadura.com – Dukungan terhadap Ade Jona Prasetyo sebagai kandidat Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia periode 2026–2029 terus menguat menjelang Musyawarah Nasional (Munas) XVIII yang dijadwalkan berlangsung Juni 2026.

Ketua HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf, bersama tokoh senior pengusaha muda M. Ali Affandi, secara terbuka menyatakan dukungan kepada anggota DPR RI tersebut.

Ahmad Salim menilai Ade Jona memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat dan mampu membawa organisasi lebih strategis di tengah dinamika ekonomi nasional.

“Figur Ade Jona memiliki pengalaman dan jaringan yang dapat memperkuat posisi HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah, terutama dalam menjembatani kepentingan pengusaha muda dengan kebijakan nasional,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Sementara itu, Ali Affandi yang kini juga memimpin KADIN Kota Surabaya, menegaskan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan visioner dalam menghadapi perubahan global.

Menurutnya, HIPMI membutuhkan sosok yang tidak hanya memahami dunia bisnis, tetapi juga mampu membaca arah perkembangan global serta mengonversinya menjadi peluang ekonomi.

“Kepemimpinan yang komunikatif, inklusif, dan memiliki jangkauan nasional menjadi kunci. Hal itu terlihat pada diri Ade Jona,” ungkapnya.

Keduanya optimistis, jika terpilih, Ade Jona mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong kontribusi nyata pengusaha muda dalam perekonomian nasional.

Pemilihan Ketua Umum HIPMI periode 2026–2029 sendiri menjadi perhatian luas, mengingat posisi strategis organisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kewirausahaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor UMKM dan pengusaha muda terus menunjukkan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja. Namun demikian, tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks, mulai dari disrupsi digital, perubahan rantai pasok global, hingga tuntutan ekonomi berkelanjutan.

Kondisi ini menuntut HIPMI untuk tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga berperan aktif dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada dunia usaha serta memperkuat daya saing nasional.

Munas HIPMI mendatang pun dipandang sebagai momentum penting untuk menentukan arah transformasi organisasi ke depan, baik dalam penguatan kaderisasi, perluasan jejaring global, maupun adaptasi terhadap ekonomi digital.(*)