PAMEKASAN, LensaMadura.com – Hari Santri Nasional (HSN) bagi masyarakat Madura tidak berhenti pada seremoni tahunan. Nilai keislaman dan tradisi pesantren menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat di Pulau Garam.
Presiden Madura United Achsanul Qosasi membawa semangat tersebut ke lapangan sepak bola. Seusai Madura United menang 1-0 atas Persib Bandung dalam lanjutan Super League, ia menilai identitas Madura dan santri memiliki kaitan erat.
“Bagi Madura, Hari Santri adalah hari yang sangat spesial karena ada ratusan ribu santri di sini. Itulah mengapa saya selalu mengatakan bahwa Madura adalah santri, dan sarungan adalah identitas santri Madura,” ujar Achsanul Qosasi.
Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) itu mengatakan nilai-nilai tersebut juga tercermin dalam cara masyarakat Madura menyambut tamu. Tradisi menghormati tamu, menurut dia, menjadi bagian dari kearifan lokal yang tetap relevan dibawa ke ruang publik, termasuk sepak bola.
“Menyambut tamu dengan tangan terbuka dan penghormatan penuh adalah amanah tradisi yang terus dijaga, sebab bagi warga Madura, kehadiran tamu senantiasa dimaknai sebagai pembawa keberkahan,” ujarnya.
Tradisi tersebut terlihat ketika Madura United menjamu Persib Bandung di Stadion Pamelingan, Pamekasan. Persib datang sebagai salah satu tim dengan rekam jejak kuat di kompetisi nasional, termasuk torehan tiga gelar juara liga secara beruntun.
“Semua tamu kami sambut dengan baik karena bagi orang Madura, tamu adalah rezeki,” kata pria yang akrab disapa AQ itu.
Menurut Achsanul, penghormatan terhadap Persib tidak hanya berkaitan dengan status mereka sebagai lawan, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap prestasi klub tersebut.
Ia menilai perpaduan antara budaya lokal dan sepak bola dapat menjadi bagian dari cara memperkuat karakter serta atmosfer kompetisi.
“Ide-ide budaya lokal seperti ini sangat efektif jika dilekatkan dengan sepak bola. Keduanya bisa berjalan seiring antara kreativitas dan sportivitas,” tuturnya.
Achsanul kembali menegaskan bahwa menghormati tamu merupakan bagian dari kebiasaan masyarakat Madura, terlepas dari siapa yang datang dan seberapa besar reputasi tamu tersebut.
“Namun, soal memuliakan tamu, bagi orang Madura itu adalah hal yang biasa dan wajib dilakukan,” tegasnya.
Dalam laga tersebut, sejumlah suporter Madura United mengenakan sarung dan kopiah yang identik dengan santri. Tuan rumah juga menampilkan tarian daerah yang diiringi musik Uldaul sebagai bagian dari nuansa budaya dalam pertandingan.
Madura United akhirnya menutup laga dengan kemenangan 1-0 atas Persib Bandung. (*)






