SUMENEP, LensaMadura.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep memvalidasi data penanggung jawab Kesehatan Kerja dan Olahraga (Kesjaor) serta Upaya Kesehatan Kerja (UKK) di seluruh puskesmas.
Validasi data tersebut berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026, dan melibatkan penanggung jawab Kesjaor dan UKK dari puskesmas se-Kabupaten Sumenep. Kegiatan itu juga dihadiri Tim Kesjaor Dinkes P2KB Sumenep.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg Ellya Fardasah, mengatakan validasi diperlukan untuk memastikan data yang digunakan dalam pelaksanaan program benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menurut dia, ketepatan data menjadi bagian penting dalam menentukan arah perencanaan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program Kesjaor dan UKK di masing-masing puskesmas.
“Validasi ini untuk memastikan data penanggung jawab dan pelaksanaan program di puskesmas teridentifikasi dengan baik serta sesuai dengan kondisi sebenarnya,” kata Ellya.
Selain memastikan kelengkapan data, kegiatan tersebut menjadi forum untuk menyamakan pemahaman mengenai indikator program, pencatatan, pelaporan hingga pengelolaan data Kesjaor dan UKK.
Dinkes P2KB juga mengidentifikasi sejumlah kendala yang dihadapi puskesmas dalam proses pengumpulan maupun pelaporan data. Kendala tersebut selanjutnya menjadi bahan tindak lanjut bersama antara dinas kesehatan dan puskesmas.
Ellya mengatakan penataan data dan administrasi tidak semata-mata berkaitan dengan kebutuhan pelaporan. Data yang valid, kata dia, diperlukan sebagai dasar dalam menyusun perencanaan dan mengukur capaian program.
“Data yang tertib dan sesuai kondisi lapangan akan membantu dalam perencanaan maupun evaluasi program,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Dinkes P2KB Sumenep juga mendorong penguatan koordinasi dengan para penanggung jawab Kesjaor dan UKK di setiap puskesmas.
“Koordinasi diperlukan agar pelaksanaan program kesehatan kerja dan olahraga dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah kerja masing-masing,” tgasnya. (*)
