SUMENEP, LensaMadura.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep sukses menggelar ajang talenta bagi siswa sekolah dasar melalui Lomba Paduan Suara dan Harmoni Nada Kids Concert 2026.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat seni, kreativitas, sekaligus membangun kerja sama dan kedisiplinan.
Kepala Disdik Sumenep Mohamad Iksan mengatakan kegiatan itu dirancang sebagai ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang seni musik.
Menurut dia, pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pengembangan karakter, kreativitas, kepekaan rasa, serta kemampuan bekerja sama juga perlu mendapat ruang dalam proses pendidikan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan bakat dan kreativitas mereka di bidang seni,” kata Mohamad Iksan.
Lomba Paduan Suara tingkat SD dijadwalkan berlangsung pada 28–29 September 2026 di Gedung Ki Hajar Dewantara. Adapun ajang Harmoni Nada Kids Concert digelar pada 30 September hingga 1 Oktober 2026 di GOR A. Yani Sumenep.
Dalam lomba paduan suara, setiap sekolah dapat mengirimkan satu kelompok dengan jumlah anggota inti minimal 12 dan maksimal 30 siswa. Peserta merupakan siswa SD negeri maupun swasta di Kabupaten Sumenep.
Materi lomba paduan suara terdiri atas satu lagu wajib dan satu lagu pilihan. Lagu wajib yang ditetapkan panitia adalah “Tanah Airku”, sedangkan lagu pilihan berupa lagu daerah yang ditentukan dalam petunjuk teknis, yakni “Keraton Sumenep”, “Sumenep Sumekar”, dan “Slopeng Perna”.
Penilaian mencakup teknik vokal, intonasi, ritmik, keseimbangan suara, interpretasi, ekspresi, musikalitas, penampilan, kekompakan, serta kreativitas.
Sementara itu, Harmoni Nada Kids Concert secara khusus mengangkat seni musik perkusi. Setiap sekolah dapat mengirimkan satu tim dengan jumlah maksimal 50 orang, termasuk pemain dan dirigen jika ada.
Peserta Harmoni Nada Kids Concert merupakan siswa kelas 1 hingga kelas 6 tahun ajaran 2026/2027. Setiap peserta diwajibkan memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang valid.
Dalam ajang tersebut, setiap tim menampilkan dua lagu dengan aransemen yang bebas. Durasi penampilan maksimal 15 menit, termasuk persiapan di atas panggung.
Peralatan yang digunakan berupa alat musik perkusi, baik modern maupun jenis lain yang diperbolehkan panitia. Peserta membawa sendiri peralatan musik yang digunakan dalam penampilan.
Penilaian Harmoni Nada Kids Concert meliputi harmonisasi dan ketepatan nada dengan bobot 30 persen, kekompakan dan kerja sama tim 25 persen, kreativitas aransemen dan inovasi alat 20 persen, penampilan dan ekspresi 15 persen, serta kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan 10 persen.
Menurut Iksan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi, tetapi menjadi bagian dari pembinaan talenta siswa sekolah dasar di Sumenep.
“Kami berharap anak-anak mendapatkan pengalaman, keberanian tampil, disiplin, dan mampu bekerja sama. Yang paling penting adalah proses pembinaan talenta mereka,” ujarnya. (*)






