SUMENEP, LensaMadura.com – Stan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep meraih peringkat kedua stan terbaik dalam Pameran Pembangunan rangkaian Madura Night Vaganza (MNV) 2026.
Penghargaan tersebut diumumkan di atas panggung setelah pelaksanaan Madura Bersholawat, Kamis malam, 3 September 2026.
Dinkes P2KB berada di posisi kedua setelah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, sedangkan posisi ketiga hingga keenam masing-masing ditempati Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perikanan, dan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
Pameran pembangunan tersebut berlangsung di kawasan GOR A. Yani Pangligur, Sumenep. Stan Dinkes P2KB menampilkan berbagai program, inovasi, dan layanan kesehatan yang dikembangkan pemerintah daerah.
Sebelumnya, stan tersebut juga dikunjungi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo pada Kamis (27/8/2026). Bupati melihat sejumlah materi yang ditampilkan, mulai dari inovasi layanan berbasis digital hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Di antara inovasi yang diperkenalkan adalah EATORE (Electronic Mortality Report) untuk mendukung pelaporan peristiwa kematian secara digital. Ada pula SIAP LAHIR yang mendukung pengurusan dokumen kependudukan bayi baru lahir secara terintegrasi.
Dinkes P2KB juga memperkenalkan layanan Telemedicine untuk konsultasi kesehatan secara digital. Sementara di wilayah kepulauan, terdapat SEMPOL SEHAT di Puskesmas Sapeken atau Puskesmas Hadir e Kompolan untuk Masyarakat Sehat yang memungkinkan petugas memberikan pelayanan di tengah kegiatan masyarakat.
Selain inovasi digital, stan tersebut menampilkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), penguatan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), Forum Peduli Imunisasi (Forpensi), serta berbagai program pencegahan stunting seperti SAMPER ALENTENG dan Gerakan ABCDE.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan pameran.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Dinkes P2KB yang sudah bekerja bersama dengan penuh kekompakan dan tanggung jawab,” ujar Ellya.
Menurut dia, penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan utama keikutsertaan Dinkes P2KB dalam pameran. Kehadiran stan lebih diarahkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai layanan dan inovasi kesehatan.
“Kami tidak mengejar juara. Yang paling utama adalah bagaimana kehadiran kami di MNV ini bisa memberikan informasi kepada masyarakat tentang pelayanan, program dan inovasi kesehatan yang ada di Sumenep,” katanya.
Ellya menilai penghargaan yang diraih menjadi tambahan motivasi bagi jajaran Dinkes P2KB untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kalau kemudian mendapatkan peringkat kedua, tentu kami bersyukur. Mudah-mudahan capaian ini menjadi motivasi bagi kami semua untuk terus berinovasi, meningkatkan kekompakan dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan layanan kesehatan perlu berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi dan penguatan pelayanan berbasis masyarakat. Karena itu, program yang dikembangkan Dinkes P2KB tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga mencakup edukasi, pencegahan, deteksi dini, pemenuhan gizi, imunisasi, dan pencegahan stunting.
“Harapan kami, apa yang kami tampilkan bukan hanya menjadi sebuah stan, tetapi menjadi bagian dari upaya untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Ellya. (*)
