Akhmad Ma’ruf Berharap Dukungan Kiai, Seluruh Tokoh dan Warga Madura untuk Sukseskan Industrialisasi di Bangkalan

BANGKALAN, LensaMadura.com – Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia sekaligus President Director Wiraraja Madura Industrial Estate, Akhmad Ma’ruf Maulana, meminta dukungan seluruh elemen masyarakat terhadap pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Dukungan tersebut dinilai penting menyusul penandatanganan kerja sama antara PT Wiraraja Madura International dan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee, serta kesepakatan bergabung dalam Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance.

Dirgahayu RI ke-81

Melalui kerja sama tersebut, sejumlah klaster industri asal Tiongkok direncanakan dikembangkan di Kawasan Industri Wiraraja Madura. Sektor yang disiapkan antara lain industri cokelat, matras, tekstil, benang, serta berbagai industri manufaktur padat karya lainnya.

“Investasi yang kami tarik bukan hanya dari China, tetapi juga dari Korea, UK, UEA, Arab Saudi, Qatar, USA, dan beberapa negara lainnya,” kata Ma’ruf.

Akhmad Ma’ruf mengatakan pengembangan kawasan industri tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk menarik investasi, tetapi juga harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Madura.

Sebagai putra Madura yang menarik langsung investasi tersebut, dalam pengembangan kawasan tersebut ia berharap dukungan datang dari pemerintah, tokoh masyarakat, para kiai, serta seluruh warga Jawa Timur dan Madura.

“Mohon dukungan dan doa semua elemen masyarakat Jawa Timur dan Madura, khususnya para tokoh dan kiai se-Madura. Tujuan kami membawa Madura menuju industrialisasi yang mendunia. Daerah lain bisa, masa kita tidak,” kata Ma’ruf dalam keterangan tertulis kepada LensaMadura.com, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurut dia, investasi tersebut diarahkan untuk membuka peluang lebih besar bagi masyarakat Madura agar dapat terlibat dalam proses industrialisasi. Dengan demikian, putra-putri Madura tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil bagian dalam pembangunan kawasan industri di daerahnya.

“Kami ingin putra-putri Madura ikut terlibat dalam industrialisasi sehingga nantinya bisa ikut membangun Madura,” ujarnya.

Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura juga diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan sektor manufaktur, logistik, pergudangan, hilirisasi, dan energi ramah lingkungan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya menyampaikan bahwa pengembangan kawasan tersebut akan terus didorong melalui program Two Countries Twin Parks (TCTP).

“Indonesia punya program Two Countries Twin Parks yang terus akan kita dorong. Kawasan di Madura ini ke depannya juga merupakan kawasan heavy industry Indonesia, Petrokimia Gresik. Jadi nanti dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang,” ujar Airlangga dalam acara penandatanganan kerja sama strategis antara Wiraraja Madura Industrial Estate dan Guangdong ASEAN Industrial Park di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Kerja sama tersebut mencakup penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Wiraraja Madura International dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee serta kesepakatan untuk bergabung dalam Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance.

Melalui kerja sama Indonesia-Tiongkok tersebut, sejumlah klaster industri dari Tiongkok diproyeksikan masuk ke Kawasan Industri Wiraraja Madura. Selain industri cokelat, matras, tekstil, dan benang, kawasan tersebut juga membuka peluang bagi pengembangan berbagai sektor manufaktur padat karya lainnya.

Pengembangan kawasan industri ini turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan instansi terkait, terutama dalam mendorong percepatan proses perizinan.

Percepatan tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi sekaligus memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi di Madura serta Jawa Timur.

Airlangga menegaskan, keberadaan Kawasan Industri Wiraraja Madura akan semakin memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok yang selama ini terus berkembang, baik melalui investasi maupun perdagangan bilateral.

Sementara itu, Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan Wiraraja Madura Industrial Estate dirancang sebagai kawasan industri terpadu berskala besar yang diharapkan mampu menjadi magnet investasi baru di Jawa Timur.

Kawasan tersebut juga diproyeksikan memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu gerbang ekonomi dan investasi Indonesia bagian timur sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat Madura untuk terlibat dalam pertumbuhan industri di daerahnya. (*)

Baca Juga