Oknum Polisi di Sumenep Diduga Aniaya Dua Remaja, Korban Bakal Lapor ke Propam

Sabtu, 13 April 2024 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua remaja inisial A dan AA (lensamadura.com/istimewa)

Dua remaja inisial A dan AA (lensamadura.com/istimewa)

SUMENEP, lensamadura.com – Seorang oknum anggota Polsek Sapeken, Sumenep diduga melakukan penganiayaan terhadap dua orang remaja inisial A (17) dan AA (17).

Akibat penganiayaan itu, kedua remaja tersebut mengalami memar di bagian pelipis sebelah kanan dan juga bagian kiri.

Berdasar penelusuran media ini, penganiayaan tersebut terjadi pada Senin, 8 April 2024 malam di Kantor Polsek Sapeken. Atas kejadian itu, pihak keluarga merasa keberatan dan akan melakukan langkah pelaporan ke Propam Polda Jatim.

S, pihak keluarga korban A kepada media menceritakan kronologis kejadian tersebut berawal saat kedua remaja dimaksud dibawa ke kantor Polsek Sapeken karena terlibat perkelahian antar remaja.

“Pertama yang dibawa ke Kantor Polsek Sapeken oleh oknum anggota polisi ini yakni A, yang saat itu ketika sampai ke Kantor Polsek korban langsung dihajar atau ditempeleng,” kata S menerangkan, Sabtu, 13 April 2024.

Selanjutnya, korban ditanya oknum polisi terkait keberadaan temannya AA, apakah ada di rumahnya atau ada dimana. Korban kemudian menjawab tidak tahu.

Baca Juga :  Marak Pinjol Ilegal, OJK Lakukan Sosialisasi di Banyuwangi

“Polisi langsung tanya jam 8 pagi saat apakah AA sudah bangun atau tidak, dan dijawab seadanya oleh A bahwa dirinya tidak tahu juga. Lalu dilayangkan tamparan lagi oleh si oknum polisi tadi dengan memakai sandal di pelipis kanannya,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut S, korban satunya yakni AA datang karena dijemput salah seorang polisi ke rumahnya. Namun hal yang sama juga dialami korban kedua.

Baca Juga :  Sambut Perayaan 1 Abad, PSHT Minta Dukungan Ketua DPD RI

“Jadi selama kedua korban diinterogasi di Kantor Polsek Sapeken, keduanya tidak diperlakukan layaknya manusia. Mereka (korban) dianiaya selama di kantor polisi. A ditahan selama dua malam satu hari. AA dua hari dua malam. Tentu melihat ini kami tidak terima,” tegasnya.

Sementara, hingga berita ini terbit, Kapolsek Sapeken Daton belum merespons saat dikonfirmasi terkait hal ini. Saat dihubungi via pesan WhatsApp yang bersangkutan belum menjawab. (red)

Berita Terkait

PPP Sumenep Buka Pendaftaran Bacabup dan Bacawabup untuk Pilkada 2024
Pemkab Bangkalan Luncurkan Implementasi dan Sosialisasi SSK, Ini Tujuannya
Kapolres Pamekasan Dapat Penghargaan Pimpinan Institusi Peduli Kebebasan Pers
Garda Pemuda NasDem Sumenep Geram atas Fitnah dan Tudingan tak Terbuka soal Dana Banpol
Jelang Pilkada 2024, Wakil Ketua DPD Hanura Jatim Mudhor Ali Resmi Daftar Bacawabup Bangkalan
Poli Rehabilitasi Medik RSUD Sumenep Sediakan Layanan Kesehatan bagi Lansia Penderita Osteoarthritis
IPSI Sumenep Susun Program Kerja 2024-2028
Nyai Hj Romlah Rawatib kembali Pimpin Muslimat NU Sentol Laok Periode 2024-2029

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 14:14 WIB

PPP Sumenep Buka Pendaftaran Bacabup dan Bacawabup untuk Pilkada 2024

Jumat, 24 Mei 2024 - 13:52 WIB

Pemkab Bangkalan Luncurkan Implementasi dan Sosialisasi SSK, Ini Tujuannya

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:38 WIB

Kapolres Pamekasan Dapat Penghargaan Pimpinan Institusi Peduli Kebebasan Pers

Kamis, 23 Mei 2024 - 09:01 WIB

Garda Pemuda NasDem Sumenep Geram atas Fitnah dan Tudingan tak Terbuka soal Dana Banpol

Rabu, 22 Mei 2024 - 20:48 WIB

Jelang Pilkada 2024, Wakil Ketua DPD Hanura Jatim Mudhor Ali Resmi Daftar Bacawabup Bangkalan

Selasa, 21 Mei 2024 - 17:12 WIB

Poli Rehabilitasi Medik RSUD Sumenep Sediakan Layanan Kesehatan bagi Lansia Penderita Osteoarthritis

Selasa, 21 Mei 2024 - 13:45 WIB

IPSI Sumenep Susun Program Kerja 2024-2028

Senin, 20 Mei 2024 - 20:52 WIB

Nyai Hj Romlah Rawatib kembali Pimpin Muslimat NU Sentol Laok Periode 2024-2029

Berita Terbaru